Lama Berkarier di LN, Ini Langkah Berani Tim Utama di Bank Mandiri

Erika Dyah - detikFinance
Sabtu, 23 Okt 2021 14:20 WIB
NSS CXO x Bank Mandiri
Foto: CXO Media
Jakarta -

Sebagian dari Anda tentu tidak asing dengan konsep 'apa lu mau, gue ada'. Konsep yang biasa disingkat dengan 'palugada' ini sangat tepat untuk disematkan ke New Livin' by Mandiri, financial super app dari Bank Mandiri serta Kopra by Mandiri, super platform untuk nasabah wholesale dari Bank Mandiri.

Dengan teknologi termutakhir, fitur terlengkap, dan ekosistem yang luas, membuat 'duo' super app dan super platform terbaru ini siap untuk memenuhi segala kebutuhan transaksi harian nasabah retail dan nasabah wholesale.

New Livin' by Mandiri hadir dengan tiga keunggulan layanan, di antaranya pengalaman perbankan yang komprehensif, seperti memiliki cabang dalam genggaman, layanan keuangan yang lengkap melalui integrasi seluruh kebutuhan finansial dalam satu aplikasi, dan solusi open ecosystem sebagai sarana integrasi dengan ekosistem digital favorit nasabah.

Sederet inovasi terbaru tidak luput disematkan ke dalam New Livin' by Mandiri, mulai dari buka tabungan secara cepat dengan teknologi liveness dan face verification yang terkoneksi langsung ke sistem kependudukan dan catatan sipil, payment reminder, hingga linkage e-wallet yang membantu memantau seluruh saldo e-wallet dan tentunya top up saldo e-wallet secara otomatis.

Sedangkan Kopra by Mandiri memfasilitasi dan mengintegrasikan seluruh kebutuhan nasabah segmen wholesale dengan layanan digital single access yang menjadi pusat informasi dan transaksi finansial.

Meluncur dengan 3 layanan, yaitu Kopra Portal, Kopra Host to Host, dan Kopra Partnership, Kopra by Mandiri diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah wholesale, mulai dari cash management, forex transaction, value chain financing, trade finance, smart account, serta online custody.

Hadirnya 'duo' finansial super app New Livin' by Mandiri dan super platform Kopra by Mandiri tentunya tidak lepas dari kerja keras dan 'tangan dingin' para ahli di bidangnya, salah satunya Direktur Information Technology (IT) Bank Mandiri, Timothy Utama yang menjadi penggawa di balik transformasi digital yang terus menerus dilakukan oleh Bank Mandiri.

Siapa sangka, Timothy Utama yang biasa disapa Pak Tim, menghabiskan lebih dari 30 tahun kariernya di luar negeri. Dimulai dengan menempuh pendidikan di bidang accounting, hingga 'nyasar' lalu sukses berkarier di dunia perbankan hingga saat ini.

"Zaman dulu itu ya, when I started my career, dapat duit lebih mendingan itu ya kalau bekerja di bank. Saya dilatih untuk menjadi seorang akuntan tapi masuk ke perbankan. Dari sana semuanya berawal dan it worked for me," kata Timothy menceritakan awal mulanya terjun ke dunia perbankan dalam NSS Ep.46 bertajuk Menjadi Unggul di Era Transformasi Digital, dikutip Minggu (23/10/2021).

Tim menilai what really change the world was technology, termasuk di bidang perbankan. Ketika memulai kariernya dulu, Tim mengatakan semua masih manual, mengisi spreadsheet excel, termasuk menghitung secara manual.

"Lajurnya dulu kalau di perbankan itu, di sebelah kiri debit, di sebelah kanan kredit. Manual," tambahnya.

Menurut bankir kawakan yang pernah bekerja di Amerika Serikat, India, Australia, dan Singapura ini Indonesia menyimpan banyak potensi dengan segala kekayaannya, tidak terkecuali di bidang teknologi dan perbankan yang menarik untuk dikembangkan. Timothy tidak memungkiri bahwa fasilitas yang didapatkan selama berkarier di luar negeri sangat enak. Walaupun demikian, tidak ada yang sebaik Indonesia.

"Indonesia has only always been the place that I know that I'll come back to. Tidak ada yang sebaik di Indonesia. Apalagi melihat potensi Indonesia yang diibaratkan seperti mothership, sebuah kapal induk, dengan jumlah penduduk dan potensi ekonomi yang besar, serta langkah stakeholder yang sangat progresif," ungkap Timothy.

"This mothership is retrieving its anchor, shifting and turning. You watch this mothership will go through and sail, nggak ada badai yang bisa nutupin," lanjutnya.

Ia menyebutkan di bidang perbankan, regulator yang progresif, baik itu Bank Indonesia maupun OJK, semuanya mulai beralih ke digital. Menurutnya, hal ini menguntungkan untuk Bank Mandiri sebagai salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia yang terus bertransformasi menjadi digital.

"Dirut saya Pak Darmawan cuma bilang satu, we want to be Mandiri jadi digital. Goal kita menjadi Bank BUMN pilihan utama masyarakat," kata Timothy.

Tim berharap transformasi yang dijalankan oleh Bank Mandiri tidak berhenti sampai di sini. Sebab, masih ada banyak PR yang antre untuk diselesaikan. Serta ada banyak potensi serta kesempatan yang menarik untuk dikembangkan lebih jauh lagi.

(ads/ads)