Daya Saing Ekspor Tidak Terganggu Penguatan Rupiah
Rabu, 19 Apr 2006 22:31 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah yang mencapai puncak di level 8.935 per dollar AS dinilai Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tidak ada pengaruhnya dengan daya saing ekspor Indonesia.Pasalnya di waktu yang sama, nilai mata uang Cina yakni yuan juga menguat terhadap dollar AS. Cina merupakan pesaing eskpor Indonesia. Sehingga daya saing Indonesia di pasar tujuan ekspor yang sama juga tidak berubah."Eksportir akan katakan pasti ada pengaruhnya. Sekarang bagaimana melihat biaya-biaya lain di samping itu. Juga bagaimana perubahan exchange rate sis a vis dengan negara pesaing kita," kata Mari di Gedung Departemen Perdagangan, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (19/4/2006).Jadi lanjut Mari, aspek inilah yang akan dipelajari seberapa jauh mempengaruhi nilai kompetitif Indonesia."Kalau memang mempengaruhi daya saing, maka kita harus bekerja keras secara intensif mengurangi ekonomi biaya tinggi untuk membantu ekspor kita agar memiliki daya saing yang tinggi," ujarnya.Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin mengatakan penguatan nilai tukar rupiah tidak selalu merugikan eksportir. BI pun belum menerima keluhan dari eksportir mengenai penguatan rupiah. "Rupiah yang menguat dan stabil ini tidak akan selalu merugikan eksportir. Ekspor itu kan bahan bakunya banyak yang impor jadi cost production akan turun," jelasnya.
(ddn/)










































