Ada Fintech Open Finance Digandeng BRI, Apa Untungnya Buat Nasabah?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 13:17 WIB
Kepala Cabang PNM Gunung Sugih Desi Vitha Bella menunjukkan aplikasi UMI Corner di Gunung Sugih, Lampung Tengah, Lampung. Hadirnya Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk, dan PT Pegadaian (Persero) serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM diyakini akan mampu memperkuat interlink digital di segmen UMKM dan usaha ultra mikro nasional.
Foto: Agung Pambudhy

Berdasarkan riset Accenture, implementasi open finance memiliki peluang untuk menghasilkan pendapatan hingga US$ 416 miliar bagi pelaku industri jasa keuangan secara global.

Riset yang diluncurkan pada bulan Juni 2021 ini juga menuturkan bahwa 76% bank di seluruh dunia memprediksi adopsi terhadap open finance API akan meningkat 50% atau lebih dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Open finance juga memberikan pelanggan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam memilih layanan keuangan. Lebih lanjut, adopsi open finance juga akan menurunkan biaya dan waktu yang diperlukan pelanggan untuk mengakses layanan keuangan.

"Dengan adanya kerja sama strategis Ayoconnect dengan BRI melalui BRIAPI, nasabah BRI yang ingin berbelanja di berbagai platform ritel yang telah bermitra dengan Ayoconnect memiliki alternatif pembayaran baru yang semakin memudahkan pengalaman bertransaksi karena Ayoconnect telah mengadopsi fitur pendebitan saldo rekening secara langsung. Kolaborasi ini tentu akan menghadirkan pengalaman perbankan yang seamless bagi ratusan juta nasabah BRI di seluruh Indonesia," kata Division Head Digital Banking Development & Operations BRI, Muhammad Ghifary.

Ghifary juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kolaborasi antara Ayoconnect dan BRI.

"BRI mendukung open finance dengan mengembangkan BRIAPI sebagai pintu gerbang kerja sama dengan berbagai platform digital maupun non-digital untuk menjangkau ekosistem beyond banking. Hal ini bertujuan agar BRI dapat menyediakan layanan perbankan sebagai embedded finance ke berbagai aplikasi melalui kerja sama strategis seperti dengan Ayoconnect," ungkapnya.

"Ayoconnect bangga dan berterima kasih atas kesempatan untuk berkolaborasi dengan BRI. Bersama, kami akan mewujudkan visi kami untuk membangun infrastruktur teknologi finansial yang menghubungkan seluruh populasi Indonesia," kata Chiragh menambahkan.

Didirikan pada tahun 2016, Ayoconnect telah meraih pendanaan senilai total US$ 15 miliar atau setara dengan Rp 214 miliar dari berbagai investor lokal dan internasional terkemuka, antara lain BRI Ventures, perusahaan modal ventura yang merupakan anak perusahaan BRI.

Baru-baru ini, Ayoconnect juga mengumumkan bergabungnya technopreneur Ilham Habibie sebagai komisaris perusahaan.


(dna/dna)