Holding BUMN Asuransi IFG Caplok 10% Saham Mandiri InHealth Milik Jasindo

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 17:43 WIB
Holding BUMN Asuransi Caplok 10% Saham Jasindo
Foto: Dok. IFG
Jakarta -

BUMN Holding Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA).

Perjanjian jual beli saham tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi holding di pasar asuransi. Setidaknya IFG membeli 10% saham PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (Mandiri InHealth) milik Jasindo.

Direktur Utama IFG, Robertus Billitea mengatakan pembelian saham Mandiri InHealth merupakan upaya serius IFG dalam menata fokus bisnis anak perusahaan, khususnya Jasindo, yang semakin memperkuat fokus bisnisnya di sektor asuransi umum. Di sisi lain, kata dia, hal ini sejalan dengan strategi IFG sebagai holding untuk memperluas dan memperkuat portofolio proteksi di pasar asuransi kesehatan.

"Hari ini menandai sebuah terobosan dari IFG untuk memperkuat posisi holding dalam hal layanan proteksi, khususnya asuransi kesehatan. Kami melihat proteksi melalui asuransi kesehatan merupakan hal yang paling relevan dengan situasi saat ini, dimana aspek kesehatan menjadi prioritas utama di tengah masa pandemi," ujar Robertus dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/11/2021).

Dia mengatakan, melalui kerja sama ini akan ada terobosan kolaborasi BUMN yang semakin kokoh untuk melanjutkan pertumbuhan pasar asuransi Indonesia dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas. Menurutnya, prinsip ini selaras dengan peran IFG dalam industri keuangan Indonesia guna menciptakan produk dan jasa layanan yang inovatif, cermat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Direktur Bisnis IFG, Pantro Silitonga menambahkan pembelian saham ini baru langkah awal dan dinilai sebagai bentuk kerja sama yang strategis.

"Pembelian 10% saham Mandiri InHealth merupakan langkah awal dan progresif yang kami lakukan untuk ke depannya bisa membangun kerjasama yang lebih erat. Kerja sama ini tentunya merupakan kemitraan strategis di mana Mandiri InHealth memiliki kompetensi dalam hal jaringan fasilitas kesehatan yang luas, hingga kemampuan third party administrator (TPA). Sementara IFG memiliki keunggulan dalam jaringan distribusi, baik untuk korporat maupun ritel," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Utama Asuransi Jasindo, Linggarsari Suharso mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah BUMN ini. Dia mengatakan, ke depan akan me-review portofolio dan melakukan berbagai pembaruan.

"Kami menyambut baik penjualan saham Mandiri InHealth yang dimiliki Jasindo kepada IFG. Keputusan ini sejalan dengan upaya Jasindo untuk menaruh fokus lebih besar pada lini bisnis yang kami jalankan sebagai perusahaan asuransi umum. Secara berkesinambungan kami juga melakukan review portofolio dan inovasi produk serta layanan,termasuk penempatan investasi yang prudent demi memperkuat fundamental Jasindo ke depannya," pungkasnya.

(ara/ara)