Bunga Kredit Bank Bisa Turun Lagi Nggak Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 15:36 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi penurunan suku bunga kredit di perbankan. Hal ini sejalan dengan rendahnya kebijakan suku bunga moneter dan likuiditas yang longgar.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan di pasar uang turun 52 bps dan pasar dana terjadi penurunan sebesar 151 bps, kemudian suku bunga PUAB overnight turun menjadi 2,8% sedangkan suku bunga deposito tercatat turun 3,17%.

Perry menyebutkan suku bunga dasar kredit (SBDK) tercatat terus berlanjut dan diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru.

Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan, sehingga berdampak positif bagi penurunan suku bunga kredit baru.

"Bank Indonesia terus mendorong perbankan untuk melanjutkan penurunan suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kredit kepada dunia usaha," ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/11/2021).

Perry menyebutkan ke depan masih ada ruang bank untuk menurunkan suku bunga kredit. Selain itu karena perbedaan antara suku bunga kredit dan suku bunga dan masih tinggi.

Kemudian ada persepsi risiko kredit yang menurun. "Itulah faktor yang kami lihat arah penurunan suku bunga kreditnya ke depan akan terbuka," kata dia.

Perry mengatakan dari sisi penawaran kredit bisa dilihat jika likuiditas sangat longgar adan suku bunga rendah hingga kebijakan makroprudensial BI yang juga sangat longgar.



Simak Video "Bicara Riba, Sri Mulyani: Al-quran Memperbolehkan Pinjam-meminjam"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)