BNI Siapkan Bank Digital, Saingi Kredit UMKM Pinjol

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 22 Nov 2021 14:32 WIB
Gedung BNI
Foto: BNI
Jakarta -

Bank BNI sedang siap-siap membentuk bank digital. Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar menyatakan memiliki anak usaha bank digital dapat membuat layanan bank BNI meningkat.

Royke mengatakan rencananya BNI akan melakukan akuisi salah satu bank untuk mengubahnya menjadi bank digital. Dia bilang dengan bank digital, biaya operasi akan rendah dan pinjaman pun bisa lebih murah suku bunganya.

"Kami sudah sampaikan kami berencana untuk akuisisi salah satu bank untuk diubah jadi digital bank, full digital. Jadi operating cost rendah," ungkap Royke dalam sebuah webinar, Senin (22/11/2021).

Royke optimis dengan layanan bank digital pihaknya dapat menjangkau pasar lebih dalam dan luas. Dia bilang banyak pihak yang belum tersentuh layanan perbankan, dengan bank digital BNI diharapkan dapat menggaet pihak-pihak tersebut.

Salah satunya adalah pengusaha UMKM, Royke mengatakan kebanyakan kredit yang diambil pengusaha UMKM didapatkan dari pinjaman online, bahkan yang ilegal dan cenderung menjebak. Bank digital BNI, menurutnya akan masuk ke dalam pasar nasabah UMKM.

"Kami miliki visi agar bank digital fokus ke pelaku UMKM, utamanya tradisional UMKM, yang saat ini banyak terjebak pinjol. Ini kami akan coba bantu dengan teknologi sehingga operating cost rendah suku bunga bisa diteken. Jadi bantu UMKM tumbuh ke depan," ungkap Royke.

"Ini akan jangkau lebih luas, jadi inklusi keuangan bisa cepat penetrasinya. Jadi bisa bawa masyarakat lebih cepat untuk ke layanan perbankan," lanjutnya.

Dalam catatan detikcom, Royke pernah mengatakan rencana pembentukan bank digital telah masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun 2021. Kesepakatan awal untuk mencaplok bank yang akan disulap menjadi sudah didapatkan.

Alokasi dana untuk mencaplok bank ini juga belum dirinci. Tapi, Royke menuturkan, bank yang akan dicaplok ialah bank yang masuk kategori BUKU I atau II dalam klasifikasi bank sebelumnya.

"Tadi saya sampaikan target idealnya BUKU I-BUKU II berdasarkan klasifikasi bank sebelumnya yang BUKU I-BUKU II, yang artinya modak intinya itu tidak lebih dari Rp 3 triliun. Tentunya proses akuisisi akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kami akan pastikan memiliki valuasi yang wajar," kata Royke dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

(hal/eds)