ADVERTISEMENT

Waduh! Varian Omicron Bikin Bank Sentral AS Ketar-Ketir

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 10:00 WIB
U.S. President Donald Trump announces Jerome Powell as his nominee to become chairman of the U.S. Federal Reserve in the Rose Garden of the White House in Washington, U.S., November 2, 2017. REUTERS/Carlos Barria
Jerome Powell/Foto: Reuters
Jakarta -

Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve, Jerome Powell mengatakan pada Selasa (30/11) bahwa varian Omicron mengancam pemulihan ekonomi AS.

Meski hingga kini masih banyak hal yang belum diketahui tentang Omicron, namun jika varian baru itu dapat memperpanjang masa pandemi, hal itu dapat membuat harga naik, mengganggu pertumbuhan lapangan kerja, dan memperburuk krisis rantai pasokan.

"Kenaikan baru-baru ini dalam kasus COVID-19 dan munculnya varian Omicron menimbulkan risiko penurunan terhadap pekerjaan dan aktivitas ekonomi dan meningkatkan ketidakpastian inflasi," tulis Powell dalam sebuah laporan dikutip dari CNN, Rabu (1/12/2021).

Sebelumnya Powell telah mencatat kalau ekonomi AS sempat mengalami pukulan berat akibat munculnya varian Delta menyebar ke seluruh dunia. Banyak orang AS takut bepergian, berbelanja, makan di restoran, hingga kembali ke kantor.

Hal tersebut membuat para pekerja jadi tetap di rumah, menyebabkan krisis pada sektor tenaga kerja dan krisis rantai pasokan yang telah menahan ekonomi AS. Namun setelah angka kasus positif COVID-19 mulai turun sepanjang musim gugur, ekonomi AS mulai kembali meningkat.

Sayangnya, ketika ekonomi mulai mengalami kenaikan dan tingkat infeksi mengalami penurunan, varian Omicron malah muncul. Ditakutkan varian baru ini dapat memberikan dampak yang serupa seperti varian Delta sebelumnya.

"Kekhawatiran yang lebih besar tentang virus dapat mengurangi kesediaan orang untuk bekerja secara langsung, yang akan memperlambat kemajuan di pasar tenaga kerja dan mengintensifkan gangguan rantai pasokan," tulis Powell.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT