Disebut Punya Utang BLBI Terkait Bank Intan, Fadel Muhammad Buka Suara

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 13:03 WIB
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Bidang Anggaran Fadel Muhammad menjadi salah satu pihak yang paling santer meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dicopot. Penyebabnya karena Sri Mulyani beberapa kali mangkir rapat dan memangkas anggaran MPR RI.

Sejak ramai polemik MPR vs Sri Mulyani, tiba-tiba muncul lagi pembahasan di media sosial terkait Bank Intan yang memiliki utang BLBI. Fadel sendiri diketahui sebagai salah satu pemilik Bank Intan.

Fadel pun buka suara. Dia mengakui Bank Intan memang sempat memiliki utang BLBI Rp 135 miliar.Namun dia menjelaskan bahwa utang tersebut sudah diselesaikan melalui pengadilan.

"Itu dulu saya memiliki Bank Intan, itu bekerja sama dengan teman-teman. Kemudian kita mendapatkan bantuan itu. Kemudian janjian 14 tahun, tapi kemudian karena krisis ekonomi, Bank Intan ditutup. Saya kemudian bicara sama pemerintah waktu itu, akhirnya diminta sudah, ketika Ibu Sri Mulyani yang pegang, dia bilang 'sudah bawa ke pengadilan aja'. Maka ada beberapa bank yang ke pengadilan, saya termasuk Bank Intan kami mengajukan," terangnya dalam Blak-blakan detikcom, Jumat (3/12/2021).

Fadel mengakui, saat di pengadilan Bank Intan menang baik di tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga di Mahkamah Agung. Bahkan katanya ada putusan bahwa pemerintah harus mengembalikan dana ke Bank Intan sebesar Rp 23 miliar.

"Kemudian naik sampai ke PK, malah diputuskan waktu itu Rp 23 miliar pemerintah harus mengembalikan kepada share holder, itu keputusannya, dan itu sudah inkrah, dari Mahkamah Agung. Kemudian ya udah deh kita diam-diam aja. Kalau mereka juga tidak ada uang ya udah kita diam-diam aja," kata Fadel.

Putusan itu kata Fadel terjadi pada 2006 yang lalu. Oleh karena itu dirinya mengaku tak khawatir meskipun isu tentang Bank Intan diungkit kembali.

"Jadi masalah Bank Intan itu sudah diputuskan pengadilan, hukumnya ada, dan teman share holder sudah bicara, saya kira nggak ada kaitannya. Saya si nggak ada khawatirnya," tutupnya.

(das/ara)