Industri Asuransi Dihajar pandemi COVID-19, Tahun Depan Bisa Bangkit?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 17:52 WIB
Business woman showing insurance document over white desk at office
Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih terjadi hingga akhir tahun ini. Industri asuransi umum juga terdampak pandemi yang terjadi sejak akhir 2019 lalu.

Namun tahun depan, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengaku lebih optimistis dengan prospek pertumbuhan kinerja asuransi umum ke depan. Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang mengatakan tahun depan prospek akan lebih optimis untuk sektor properti dan kendaraan.

"Kalau dilihat untuk properti dan kendaraan sudah mulai naik penjualannya pada kuartal III tahun ini dibandingkan periode tahun sebelumnya," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (7/12/2021).

Trinita mengungkapkan dengan naiknya penjualan properti dan kendaraan ini bisa mengerek pertumbuhan premi asuransi rumah, mobil, dan kendaraan.

Total investasi asuransi umum per September 2021 tercatat Rp 87,07 triliun tumbuh 10,5% dibandingkan periode September 2020 sebesar Rp 78,78 triliun. Kemudian total aset tercatat Rp 183,23 triliun tumbuh 10,7% dari periode September 2020 sebesar Rp 165,57 triliun.

Dia menambahkan total premi dicatat sebesar Rp 55 triliun atau tumbuh 3,4% dibandingkan periode September 2020 sebesar RP 54,04 triliun. Selanjutnya untuk klaim dibayar tercatat Rp 21,96 triliun minus 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 26,05 triliun.

(kil/ara)