Laba Bersih BNI Terpuruk 62%

Triwulan I-2006

Laba Bersih BNI Terpuruk 62%

- detikFinance
Sabtu, 29 Apr 2006 16:20 WIB
Jakarta - Laba bersih PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) triwulan I-2006 anjlok hingga 62 persen menjadi Rp 230 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 603 miliar.Penurunan laba bersih ini karena menurunnya kualitas kredit serta tingginya biaya operasional yang mempengaruhi kinerja BNI. Bank BUMN ini juga mencatat lonjakan rasio kredit bermasalah."Karena kondisi ekonomi belum pulih maka yang menjadi persoalan adalah permintaan turunnya kredit," kata Dirut BNI Sigit Pramono, dalam acara paparan kinerja triwulan I-2006 dan diskusi panel perbankan di Hotel Savoy, Jalan Asia Afrika, Bandung, Sabtu (29/4/2006).Sementara pendapatan bunga bersih naik tipis 4 persen menjadi Rp 1,8 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,72 triliun.Pendapatan operasional (fee based income) juga meningkat 18 persen menjadi Rp 526 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 445 miliar.Selama tiga bulan pertama tahun 2006, total outstanding kredit yang diberikan mencapai Rp 59,829 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 59,598 triliun.Kredit tersebut disalurkan ke korporasi Rp 24 triliun, kredit menengah Rp 12,98 triliun, kredit kecil Rp 12,02 triliun, kredit konsumer Rp 9,91 triliun dan kredit syariah Rp 886 miliar.Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun selama triwulan I-2006 meningkat 16 persen menjadi Rp 118,487 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 102,01 triliun.Komposisi DPK terdiri dari deposito berjangka 44 persen senilai Rp 52,125 triliun, tabungan 29 persen senilai Rp 34,057 triliun dan giro 27 persen senilai Rp 32,275 triliun.BNI mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) dengan risiko kredit 20,3 persen dan CAR dengan risiko pasar 19,46 persen. Posisi CAR ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 18,94 dan 18,42 persen. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 15,9 persen dan NPL nett 10,88 persen. Angka NPL ini meningkat tajam jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 5,5 persen dan 2,02 persen.Sedangkan rasio dana terhadap kredit atau loan to deposits ratio (LDR) sebesar 50,49 persen, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 58,42 persen. Total aset tumbuh 10 persen menjadi Rp 148,03 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 134,78 triliun.<>Target 2006Untuk tahun 2006, BNI akan menggenjot kredit pemilikan rumah (KPR) melalui program BNI Griya. Sampai triwulan I-2006 total KPR sebesar Rp 2,05 triliun dengan jumlah nasabah 35.310 orang. Hingga akhir tahun, KPR ditargetkan tumbuh sebesar Rp 2,5 triliun menjadi total Rp 4,5 triliun."Tahun 2006, pinjaman kita akan diarahkan ke KPR, berbeda dengan tahun lalu yang lebih banyak ke konsumer untuk kendaraan bermotor," kata Sigit. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads