Porsi Kredit UMKM Masih Minim, Bank Bisa Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 14 Des 2021 12:52 WIB
Indonesian Rupiah - official currency of Indonesia
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Yoyochow23
Jakarta -

Porsi penyaluran kredit bank ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya 20%. Penyaluran kredit bank ke UMKM diharapkan bisa naik.

Kemudahan akses kredit bagi UMKM diharapkan bisa meningkatkan skala usaha, sehingga dapat meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Bertambahnya pelaku UMKM yang mengharapkan bisnis yang maju dan berkembang, tentunya membutuhkan akses penyaluran dan penghimpunan dana yang mudah.

Salah satu bank yang menyediakan akses tersebut adalah PT Bank Oke Indonesia Tbk atau OK Bank. Hal ini dibuktikan dengan dukungan yang diberikan untuk pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui sejumlah produk perbankan yang ditawarkan.

"Dukungan yang diberikan OK Bank ke pelaku UMKM antara lain penyaluran dan penghimpunan dana. Di OK Bank sendiri penyaluran dana atau kredit UMKM per September 2021 mencapai 33,78% dari total portofolio kredit bank, dan di atas minimal ketentuan pemerintah yaitu 20%. Kami percaya, bahwa UMKM punya potensi besar untuk membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih besar ke depannya." kata Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie, Selasa (14/12/2021).

Dalam hal penghimpunan dana, OK Bank menyediakan produk untuk mengelola dana operasional para pelaku UMKM yang mudah diakses dan fleksibel, salah satunya OK! Tabungan Bisnis dengan bunga sampai 4%.

Pelaku UMKM dapat mengakses produk OK! Tabungan Bisnis dari OK Bank dengan saldo awal pembukaan rekening minimum Rp 10.000.000 dan akan mendapatkan bunga sebesar 4% dengan saldo rekening di atas Rp 100.000.000. Pelaku UMKM dapat melakukan transaksi melalui mobile banking atau internet banking, mesin ATM, ataupun melalui teller di cabang terdekat.

(kil/ara)