KB Bukopin Bakal Gunakan Teknologi AI dari Korsel, Siap Pakai 2023

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 16 Des 2021 18:08 WIB
KB Bukopin
Foto: KB Bukopin
Jakarta -

PT Bank KB Bukopin Tbk (Perseroan) tengah melakukan proses migrasi sistem core banking terbaru sebagai bagian dari transformasi digital perseroan. Adapun sistem ini disebut sebagai New Generation Banking System (NGBS) yang rencananya akan dilaksanakan selama beberapa bulan ke depan hingga siap untuk digunakan secara optimal pada tahun 2023.

Direktur KB Bukopin Helmi Fakhrudin mengungkap aktivitas pembaharuan infrastruktur IT merupakan salah satu upaya pihaknya dalam memberikan pelayanan jasa keuangan yang andal dengan mengusung konsep 'Banking everywhere, but never at a Bank'.

Ia menambahkan pembaharuan teknologi ini juga akan mengakomodir kebutuhan ekspansi bisnis Perseroan. Terutama dalam hal percepatan proses kredit di seluruh sektor, baik Mikro, SME, maupun Komersial.

Helmi menyebutkan sistem yang mulai digarap tahun ini juga akan berisi sejumlah penggunaan teknologi terbaru, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam kesempatan ini, ia mengungkap bahwa penerapan NGBS merupakan hasil dari inisiatif dan kolaborasi Perseroan dengan KB Kookmin Bank selaku ultimate shareholder. Adapun implementasi teknologi perbankan terbaru ini telah lama diterapkan oleh KB Kookmin Bank, sehingga hal tersebut akan perlahan akan diadopsi oleh Perseroan melalui proses NGBS.

"Perseroan akan fokus pada tiga hal, yaitu manajemen yang berorientasi pada pelanggan, manajemen yang menghargai kearifan lokal, dan teknik keuangan berbasis TI. Ketiga fokus itu bisa terwujud dengan memastikan nasabah mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan nyaman, sekaligus menjaga kepercayaan nasabah bahwa aset yang dikelola aman," ungkap Helmi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/12/2021).

"Bank KB Bukopin akan bertransformasi menjadi Bank yang lebih digital. Sehingga kami akan berupaya untuk dapat membawa KB Bukopin memberikan pelayanan yang mudah, nyaman, dan sebagai bank pemain utama IT yang powerful," imbuhnya.

Helmi pun menerangkan saat ini pihaknya telah merampungkan salah satu aksi korporasi terbesar dalam hal penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Adapun periode perdagangan dan hak exercise bagi seluruh pemegang saham existing dilaksanakan selama 22 hingga 26 November 2021.

Ia mengungkap dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI, pihaknya menerbitkan 35.214.288.984 lembar saham seri B dengan nilai perdagangan sebesar Rp200 per lembar saham atau senilai Rp 7.042.857.796.800 untuk dana yang berhasil dihimpun. Dengan penerbitan sejumlah saham baru tersebut, pihaknya berhasil membukukan pesanan dengan nominal melebihi ekspektasi anggaran yang telah ditentukan.

(ncm/hns)