Wapres Kritik Tingginya Biaya Administrasi Transaksi Syariah
Selasa, 02 Mei 2006 12:53 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla secara blak-blakan mengkritik tingginya biaya administrasi dalam jasa ekonomi berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Wapres mengungkapkan, pada tahap awal perekonomian syariah saat ini, beberapa lembaga keuangan syariah benar-benar jujur. Namun tak sedikit yang curang yakni dengan memindahkan catatan bunga menjadi catatan ongkos administrasi. "Bunganya tidak ada, tapi administrasinya tinggi. Jadi itu yang terjadi," kritik Wapres saat membuka "Syariah Expo 2006" di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/5/2006). Meski demikian, Kalla menyambut baik atas maraknya penerapan sistem syariah. "Tapi yang penting awalnya sudah jalan. Ada satu kesadaran tidak berdasarkan bunga, tapi berdasarkan bagi hasil. Ada kemitraan, mudarabah dll," tambahnya.Wapres juga mengingatkan bahwa faktor mendasar dalam pelaksanaan ekonomi syariah adalah kejujuran, misalnya bagaimana menjamin laporan keuangan yang disusun secara benar."Semua yang berbasis syariah basisnya akhirat. Jadi, bukan hanya kantor pajak saja yang harus dihitung, tetapi juga kantor akhirat," tambah Kalla. Ia berharap dengan adanya pameran syariah terbesar di Indonesia ini, sistem syariah bisa berkembang lagi. "Mudah-mudahan pertemuan ini dengan harapan bahwa bank syariah bukan hanya memindahkan sistem administrasi, lalu menjadi syariah. Tapi semangatnya yaitu kebersamaan untuk keadilan," ujarnya. Mengenai pertentangan penggunaan sistem syariah, Kalla menegaskan bahwa hal yang penting untuk umat Islam adalah tidak menerapkan sistem yang haram. "Semua yang tidak haram adalah halal. Jadi semua yang tidak haram itu syariah. Semua yang halal itu syariah karena tidak melanggar apa-apa. Jadi tidaklah harus ada huruf arabnya dulu baru syariah, harus hijau baru dianggap syariah. Tidak begitu," urainya.
(qom/)











































