Miris! Curhat Nasabah Eks Jiwasraya: Hidup Saya Kacau!

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 19:45 WIB
Nasabah Jiwasraya Lilis
Nasabah Jiwasraya Lilis/Foto: Danang Sugianto/detikcom
Jakarta -

Nasabah eks Asuransi Jiwasraya yang sudah menyetujui restrukturisasi mungkin sudah bisa sedikit bernapas lega. Proses pembayaran sebagian tagihan sudah dilakukan dan pengalihan polis ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) tahap pertama sudah rampung.

Salah satu nasabah eks Asuransi Jiwasraya yang menyetujui restrukturisasi itu adalah Lilis. Dia hari ini ikut dalam seremonial pengalihan polis ke IFG Life sebagai perwakilan dari nasabah bancassurance.

Wanita paruh baya yang merupakan pensiunan dari PT Pfizer Indonesia ini menceritakan betapa sedihnya dia saat mengetahui bahwa polisnya tak bisa cairkan pada Oktober 2018. Padahal uang yang ditempatkan di Jiwasraya adalah uang pensiun untuk biaya hidupnya di masa tua.

"Jadi sebelumnya ikut Jiwasraya yang pribadi dari Pfizer dan untuk pensiun dialihkan ke Jiwa dikelolanya, itu pengalaman bagus saja. Pas pindah BRI ya udah kan selama ini fine aja. Pas setelah jalan dua tahun. Bermasalah Oktober 2018, itu pertama kali. Harusnya saya dapat transferan mau narik kok nggak ada," tuturnya di Graha Niaga CIMB, Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Total uang Lilis yang ditempatkan di Jiwasraya mencapai Rp 800 juta. Seharusnya di Oktober 2018 dia menerima sekitar Rp 200 juta, lalu di Desember 2018 Rp 200 juta dan di Maret 2019 Rp 400 juta.

Uang itu rencananya dia gunakan untuk menutupi kebutuhan hidupnya bersama suaminya. Ketika mengetahui pencairannya bermasalah Lilis tak bisa menahan sedihnya.

"Saya berusaha tegar, padahal saya nangis, nanti saya bagaimana, hidup saya kacau deh," tuturnya.

Oleh karena itu, ketika ditawarkan restrukturisasi Lilis tanpa pikir panjang menyetujuinya. Dia memilih skema pencairan bertahap dalam lima tahun, meskipun konsekuensinya hak tagihnya dia dipotong 31%

Menurut penjelasannya ada tiga skema restrukturisasi yang ditawarkan. Pertama pencairan 100% namun dalam jangka waktu 15 tahun, dan kedua pencairan 5 tahun dengan pencairan dipotong 29%, namun proses pencairan baru dibayarkan pada Februari 2022.

"Saya ambil yang C tapi lebih kecil ya nggak apa-apa akan udah umur," tuturnya.

Lihat juga video 'Jokowi Apresiasi Kesuksesan Aparat Berantas Korupsi Jiwasraya-BLBI':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.