Bank BUMN Bidik Dana Murah di Tengah Corona, Begini Strateginya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 23 Des 2021 20:05 WIB
Teller melayani nasabah untuk bertransaksi di Kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Bank BTN berfokus bagaimana penyaluran dana PEN dapat mendorong industri pembangunan perumahan dapat terus bergerak dalam rangka mendongkrak ekonomi nasional dan masyarakat tetap dapat memiliki rumah di masa pandemi COVID-19.  Dana PEN yang ditempatkan di Bank BTN salah satunya telah disalurkan dalam bentuk  subsidi bunga KPR  dan UMKM dengan jumlah kurang lebih mencapai 1,15 juta debitur dengan nilai sekitar Rp2,49 triliun.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan relokasi Kantor Wilayah (Kanwil) IV dari Batam ke Medan Sumatera Utara. Dengan relokasi ini Bank BTN optimistis mampu meningkatkan komposisi dana murah menjadi 75% di kawasan Pulau Sumatera.

"Relokasi Kanwil IV BTN ini, kami lakukan untuk mendukung bisnis Bank BTN utamanya pada sektor perumahan. Kami optimistis bisa lebih memperluas ekspansi bisnis pembiayaan perumahan dan mengoptimalkan penarikan dana murah di Pulau Sumatera," ujar Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN Jasmin pada Peresmian Gedung Kantor Wilayah IV Bank BTN di Medan, Sumatera Utara Kamis (23/12/2021).

Menurut Jasmin, Medan merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera. Potensi ekonomi di wilayah Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring kenaikan harga komoditas yang terus meningkat akhir-akhir ini, hal itu tentu akan diikuti turunannya.

"Di Sumut kita juga melihat adanya pemekaran kabupaten yang dilakukan pemerintah daerah artinya potensi ekonominya terbuka dan akan terus bertumbuh," katanya.

Selain itu, lanjut Jasmin, stakeholder dan pengusaha yang potensial banyak berada di Sumatera Utara, Bank BTN berharap ada peningkatan CASA atau dana murah dari sebelumnya sebesar 60%, ke depan bisa menjadi 75% dengan adanya relokasi kantor wilayah di Medan ini.

Jasmin mengungkapkan, selain untuk mendukung ekspansi bisnis pembukaan Kanwil IV Medan diharapkan akan mempermudah koordinasi dan efektifitas monitoring dengan kantor cabang yang ada di wilayah kerjanya dalam pencapaian kinerja. "Ini juga akan mempermudah koordinasi dengan regulator seperti OJK yang kantor regionalnya di Sumatera Utara ada di Medan," katanya.

Menurut Jasmin, pemerintah memiliki rencana strategis untuk memeratakan pembangunan Indonesia khususnya di luar Pulau Jawa melalui pengembangan 10 Kota Metropolitan. Adapun 10 Kota Metropolitan tersebut di antaranya Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro) termasuk kawasan yang akan dikembangkan oleh pemerintah.

"Kota Medan kami pilih bukan saja karena termasuk dalam rencana besar pemerintah, melainkan juga karena kami melihat potensi yang tidak kalah besar dalam hal future development khususnya dalam jasa layanan perbankan," tegasnya.

Saat ini Kanwil IV membawahi 11 kantor cabang yang meliputi Bandar Lampung, Batam, Bengkulu, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Pematang Siantar dan Tanjung Pinang. Adapun hingga akhir November 2021 total aset Kanwil IV mencapai Rp34,75 triliun, outstanding kredit mencapai Rp33,266 triliun dan total DPK sebesar Rp11,65 triliun.

Bersambung ke halaman selanjutnya.