Kapan Nasabah BTN Bisa Nikmati Biaya Transfer Rp 2.500 ke Semua Bank?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 17:10 WIB
Seorang nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang mengakses layanan mobile banking Bank BTN di Jakarta, Senin (19/7). Dalam rangka mendukung Pemerintah menekan laju penularan Covid-dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih terus diterapkan, Bank BTN mengoptimalkan layanan digital banking, seperti mobile banking, internet banking serta ATM. Bank BTN juga menambah  fitur Cardless Withdrawal, dimana nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di ATM, serta QRIS, fitur yang memudahkan nasabah bertransaksi dengan  memindai QR Code melalui aplikasi mobile banking BTN. Jumlah transaksi mobile banking Bank BTN tercatat melonjak hingga 52% yoy menjadi 65,62 juta transaksi pada bulan Juni 2021 atau naik dari 43,14 juta transaksi pada Juni 2020.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Perbankan mulai mengimplementasikan layanan BI FAST yaitu layanan transfer antar bank dengan biaya yang lebih murah.

BI FAST ini merupakan infrastruktur Sistem Pembayaran ritel nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi non tunai, dimana infrastruktur ini dibangun Bank Indonesia dalam rangka mendukung konsolidasi industri sistem pembayaran nasional dan integrasi Ekonomi Keuangan Digital.

Salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang masuk dalam daftar bank peserta BI FAST pada batch pertama. Hal ini merupakan komitmen BTN untuk memberikan layanan yang mudah untuk nasabah.

Direktur Distribution and Retail Funding BTN, Jasmin mengungkapkan pekan depan BI FAST sudah ada di dalam aplikasi mobile banking BTN. Dia menyebut dengan adanya BI FAST ini maka transfer antar bank secara realtime yaitu 24 jam selama 7 hari bisa lebih fleksibel dibanding layanan sebelumnya yang terbatas operasional.

"Nasabah juga bisa menggunakan fitur proxy address di mana nomor rekening nasabah bisa diganti dengan alias berupa nomor ponsel atau email," kata dia dalam keterangannya, Jumat (24/12/2021).

Jasmin menjelaskan BI FAST memiliki fitur seperti fraud detection system dan sistem Anti Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism (AML/CFT) sehingga mendukung keamanan transaksi nasabah.

Untuk biaya transaksi melalui BI-FAST yang dibebankan oleh Bank ke nasabah sebesar maksimal Rp 2.500 per transaksi jika melakukan transfer ke Bank Peserta BI FAST lain.

Adapun untuk nominal limit transaksi, BI-FAST melayani transaksi ritel dengan nominal maksimal Rp 250 juta per transaksi, lebih besar dibandingkan limit transfer per transaksi via online (internet banking/mobile banking) yang hanya sebesar Rp 25 juta .

"Dengan skema tarif yang efisien ini, akan memudahkan nasabah dalam melakukan transfer dengan limit yang besar, limit tersebut jauh di atas transfer online biasa yang maksimal hanya Rp 25 juta per transaksi," jelas dia.

Bersambung ke halaman selanjutnya.