Lagi, Obligor BLBI Datangi Depkeu

Lagi, Obligor BLBI Datangi Depkeu

- detikFinance
Selasa, 02 Mei 2006 22:39 WIB
Jakarta - Meski sempat diprotes, masih saja debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) mendatangi lembaga pemerintah. Terakhir pemilik Bank Indonesia Raya (Bira) Atang Latief mendatangi gedung Departemen Keuangan (Depkeu) untuk mengklarifikasi kewajiban mereka. Atang Latief datang diwakili anaknya Khaerudin Latief ke Depkeu sekitar pukul 09.00-10.00 WIB dan didampingi kuasa hukumnya. Sebelumnya Senin (1/5) kemarin James Januardy dan Adisaputra Januardy (pemilik Bank Namura Yasonta) mendatangi Depkeu.Namun sayang hingga saat ini, pemerintah belum menyampaikan ke publik berapa sebenarnya utang yang harus dibayar para pengemplang BLBI tersebut. Apakah pemerintah menutup-nutupi?Berikut petikan wawancara dengan Kepala Biro Hukum Depkeu, Hadiyanto Selasa(2/5/2006) malam kepada wartawan di gedung Depkeu Jl Dr Wahidin, Jakarta Pusat:Pak, hari ini ada Atang Latief dipanggil?Iya.Apa hasilnya?Kita mendengarkan dari yang bersangkutan mengenai kewajibannya kepada negara, terus kita minta dokumen-dokumen yang harus dilengkapi untuk menjadi bahan penelitian dan pertimbangan dari tim.Berapa angka kewajiban yang harus dibayar versi para obligor?Saya tidak bisa menyebutkan, tetapi ada angka yang mereka ajukan. Saya belum bisa mengajukan angka, karena bagaimanapun harus melaporkan dulu ke tim pengarah.Bila dibandingkan dengan utang awal berapa besarnya?Utang awalkan APU (akta pengakuan utang), APU reformulasi kan lebih rendah dari APU, nah basis yang mereka ajukan itu berdasarkan yang APU reformulasi.Kalau reformulasi mereka kan harus mengeluarkan aset waktu itu?Term and condition reformulasi kan 30% cash plus aset, skema yang sekarang adalah cash atau near cash. Jadi itu yang kami sampaikan kepada mereka.Kalau kewajiban mereka berdasarkan versi pemerintah?Pemerintah ada, tim sedang melakukan perhitungan untuk saat ini. Saya belum bisa disclose. Apakah pemerintah tidak akan memaksakan versi pemerintah?Itu wewenang tim pengarah untuk menentukan mana yang dipakai, tetapi basis dasarnya adalah ke perjanjian.Berarti ada peluang negosiasi antara obligor dan pemerintah?Kami tidak menyebutkan negosiasi tetapi lebih kepada melihat titik kesamaan pandangan mengenai masalah yang sama ini.Dari tiga yang sudah datang, apakah mereka menyampaikan kesanggupannya untuk membayar?Belum secara tegas menyatakan sanggup, tetapi mereka sangat memahami posisi pemerintah dan yang bersangkutan memiliki itung-itungannya sendiri. Nanti mencocokan versi pemerintah dengan obligor bagimana?Kami minta kepada obligor untuk menyerahkan dokumen-dokumen pendukung yang mereka anggap sudah mereka lakukan, misalnya korespodensi dengan BPPN, tim pemberesan itu yang kita sampaikan kepada tim pengarah.Pak tadi ada tidak selisih perhitungan antara pemerintah dengan Atang Laitef?Kami masih memiliki basis perhitungan yang berbeda sehingga tentu saja ada perbedaan, tetapi angka-angka tidak bisa kami disclosePemerintah pakai yang mana APU atau APU reformulasi?APU reformulasi kan ada term and condition jadi begitu angka-angka kami laporkan kepada tim pengarah, tunggula 1-2 minggu lagi. inikan ada rapat tim pengarah, nanti ada berita2 yang bagus dari bos2 gitu.Pemerintah merencanakan akan memanggil obligor BLBI lainnya yaitu Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian), Rabu (3/5/2006) besok mulai pukul 09.00 untuk mengklarifikasi kewajibannya. (ahm/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads