BNI Dorong Kredit Sindikasi untuk Dukung Pemulihan Ekonomi RI

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 10:11 WIB
Ilustrasi Menara BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

Pertumbuhan positif ekonomi Indonesia mendorong perusahaan korporasi merealisasikan proyek-proyek besar pada akhir tahun 2021. Untuk itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendorong pembiayaan sindikasi.

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan pada kisaran 3,7% hingga 4,5% akan menjadi modal optimisme pemulihan perekonomian nasional dan ekspektasi pelaku ekonomi di 2021. Kondisi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap kinerja industri perbankan.

Mucharom mengulas pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan masih relatif tinggi di tengah pandemi, dan kreidt tumbuh positif sejak pertengahan 2021. Termasuk pertumbuhan pada kredit sindikasi yang dapat terangkat seiring dengan optimisme perbaikan kinerja pelaku usaha korporasi swasta.

"Kami cukup yakin dengan bekal kapasitas dan kecakapan Perseroan dalam menciptakan peluang-peluang baru kerja sama kredit sindikasi ke depan. Hal ini sejalan dengan strategi bisnis kami yang fokus pada penyaluran kredit debitur korporasi top tier. Proyek hijau atau green loan juga terus menunjukkan kebutuhan pembiayaan ticket size besar sekaligus berkualitas sehingga menjadi motor pendorong kinerja kredit sindikasi BNI," jelas Mucharom dalam keterangan tertulis, Jumat (31/12/2021).

Ia menyampaikan hingga kuartal III 2021 pembiayaan sindikasi BNI masih berjalan sesuai dengan pipeline. BNI telah menyelesaikan beberapa kesepakatan sindikasi strategis, termasuk pembiayaan proyek Tol Cijago (Tol Cinere - Jagorawi).

Sejauh ini, BNI telah melakukan closing sejumlah kesepakatan baru dengan total ekuivalen Rp 57 triliun, dengan porsi BNI mencapai Rp 20 triliun atau sekitar 35% yang didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 38,5%, sektor perindustrian 22,1%, sektor listrik gas dan air 15,8%, serta sektor pengangkutan, pergudangan, dan komunikasi 13,2%.

Tahun depan, kata Mucharom, BNI berharap pertumbuhan kredit akan sejalan dengan target di industri perbankan. Pembiayaan sindikasi pun akan menjadi salah satu pendorong pencapaian target di masa pemulihan ekonomi yang lebih baik pada tahun depan.

Mucharom menuturkan penyaluran kredit sindikasi perseroan tak sebatas pembiayaan. BNI kerap menjadi lead arranger sehingga mendorong percetakan fee based income (FBI) yang signifikan. Hingga kuartal IV 2021 diperkirakan akan tercapai 112% dari target.

BNI juga proaktif melanjutkannya dengan berbagai kerja sama tambahan seperti cash management dan pembiayaan konsumer dengan mitra debitur kredit sindikasi.

"Kami pun melihat potensi bisnis pembiayaan di sektor-sektor yang menunjukkan pemulihan secara cepat pasca pandemi COVID-19 antara lain kesehatan, telekomunikasi, konstruksi, infrastruktur, energi dan manufaktur," urai Mucharom.

(akd/hns)