Swasta Ikut Genjot Investasi Energi Bersih, Ini Contohnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 09:08 WIB
Pekerja mengecek panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMPN 19 Jakarta, Rabu (26/02/2014). SMPN 19 Jakarta ini, kini telah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau biasa disebut dengan solar cell. Grandyos Zafna/detikcom. File/detikcom.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah menargetkan porsi energi terbarukan bisa mencapai 23% pada 2025 dan 31% pada 2050. Karena itu dibutuhkan transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan ini.

Sekarang sudah banyak pabrik yang beralih dari sumber energi fosil ke energi terbarukan. Misalnya PT Siix EMS Indonesia bekerja sama dengan PT Solar Panel Indonesia melakukan instalasi Rooftop solar panel dengan kapasitas sampai dengan 500 kilowattpeak (kWp) diatas atap bangunan pabrik seluas hampir 7.000 m2.

Proyek ini berlokasi Kawasan Industri KIIC, Jalan Maligi VIII Lot S-4, Margakaya, Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Ini adalah pembangkit listrik tenaga surya atap pertama dari PT SIIX EMS Indonesia.

Pemasangan 1024 buah modul panel. Diperkirakan akan menghasilkan energi listrik tahunan rata-rata adalah 731,800.8 kWh dan akan mengurangi sekitar 525.432,97 ton CO2 per tahun.

Kedua perusahaan meneken kontrak kerja sama energi selama 10 tahun untuk berbagi manfaat penghematan energi dan mencapai situasi yang saling menguntungkan.

Proyek ini tidak hanya menghemat tagihan listrik ke PT Siix EMS Indonesia,tetapi juga membantu transisi hijau dan rendah karbon, melaksanakan tanggung jawab sosial dan menunjukkan citra perusahaan yang berkelanjutan.

"Ini merupakan langkah awal kami dalam mempromosikan pemasangan Rooftop panel surya untuk mengurangi emisi gelas rumah kaca. Di masa depan, kami akan terus melakukan upaya untuk memikul tanggung jawab sosial dan berjuang untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," kata Presiden Direktur Siix EMS Jan Bertho, Senin (10/1/2022).