RI Masih 'Seksi' Untuk Investasi

BI Rate Turun 25 Basis Poin

RI Masih 'Seksi' Untuk Investasi

- detikFinance
Senin, 08 Mei 2006 15:37 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 12,5 persen. Sementara Bank Sentral AS (Federal Reserve) kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Lantas, masih menarikkah investasi di Indonesia?Dalam pandangan Direktur Treasury Bank Mandiri JB Kendarto, Indonesia akan tetap menjadi magnet kuat bagi para investor."12,5 persen dikurangi 5 persen, itu ada 7,5 persen spread-nya. Ini masih menarik bagi investor karena tidak akan mendapat spread ini dimanapun," ujar JB Kendarto disela-sela seminar bertajuk 'Urgensi Penyelesaian NPL di bank BUMN' di Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2006).Rencananya, BI akan memutuskan soal BI rate dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung Selasa, 9 Mei. Sementara Fed akan mengambil keputusan dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 10 Mei waktu setempat.Di tempat yang sama, Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo menyatakan, bahwa penurunan BI rate memang sudah waktunya dilakukan seiring berkurangnya tekanan inflasi. Namun Agus menyarankan agar penurunan BI rate tidak terlalu drastis untuk menjaga kondisi pasar modal dan pasar keuangan."Kalau ada penyesuaiannya, jangan terlalu besar dan drastis. Tapi saya yakin ini sedang ditimbang oleh Dewan Gubernur," kata Agus. Pernyataan Agus itu diamini oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H. Wibowo. Menurut pengamat ekonomi ini, jika penurunan BI rate terlalu drastis, dikhawatirkan akan membawa gejolak di pasar modal dan keuangan.Dradjad juga menggarisbawahi rencana BI menurunkan BI rate yang sebaiknya tidak dilakukan bersamaan dengen pengembalian utang IMF. Jika keduanya dilakukan pada saat bersamaan, akan berdampak pada berkurangnya dana-dana yang masuk ke dalam negeri plus tergerusnya cadangan devisa. "Kalau timing-nya bareng, itu salah. Karna dananya mempunyai efek mengurangi dana yang masuk ke dalam negeri, dan mengurangi cadangan devisa," jelas Dradjad.Mengenai penurunan BI rate, Dradjad mengatakan bahwa hal itu dimungkinkan karena kondisi perekonomian dinilai cukup aman dan kondusif.Sementara Kendarto menambahkan, jika memang BI rate akan diturunkan, maka Bank Mandiri juga akan bereaksi untuk melakukan suku bunga kreditnya. Namun jika penurunannya hanya 25 basis poin, maka Bank Mandiri perlu menghitung kembali apakah perlu menurunkan suku bunganya atau tidak. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads