Heboh BI Diserang Ransomware, Kominfo Minta Perhatikan Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 21 Jan 2022 10:09 WIB
Ilustrasi Kominfo, Ilustrasi Gedung Kominfo, Gedung Kominfo
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mendapat serangan siber dari kelompok peretas, geng ransomware Conti. Pihak BI sudah buka suara terkait kejadian ini, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan jika tak ada data spesifik yang diincar.

Menurut dia ada perangkat lunak berbahaya atau malware yang masuk ke BI. "Itu malware yang masuknya lewat (email) pegawai, tidak ada data spesifik yang diincar," ujar Erwin, kemarin.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengungkapkan jika bank sentral telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan upaya verifikasi, pemulihan, audit, dan mitigasi sistem elektronik BI.

Dedy menyebut Kementerian Kominfo turut mendorong para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang mengalami gangguan keamanan pada sistem elektroniknya melakukan koordinasi dengan BSSN sebagai lembaga yang berwenang.

"Hal ini untuk merekomendasikan implementasi teknik keamanan siber, menerapkan ketentuan teknis siber, serta kewenangan lain terkait yang diatur oleh peraturan perundang-undangan," ujar dia dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (21/1/2022).

Dedy mengatakan Kementerian Kominfo sesuai amanat peraturan perundang-undangan akan terus melakukan pengawasan komitmen. "Kemudian keseriusan PSE dalam melindungi data pribadi yang dikelolanya dengan memerhatikan kelayakan dan keandalan sistem pemrosesan data pribadi baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia," jelas dia.

Sebelumnya dalam akun Twitter darktracer_int menyebut BI menjadi salah satu korban peretasan.

"[ALERT] geng Conti ransomware mengumumkan "BANK OF INDONESIA" masuk dalam daftar korban," ujar Dark Tracer lewat Twitter resminya, Kamis (20/1/21).

(kil/eds)