Naik 2.300%
BI Surplus Rp 16,159 Triliun
Selasa, 09 Mei 2006 10:39 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat keuntungan dalam bentuk surplus yang fantastis sepanjang tahun 2005. Surplus melonjak hingga 2.300 persen menjadi Rp 16,159 triliun dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 674,869 miliar.Demikian publikasi laporan keuangan BI, Selasa (9/5/2006), yang ditandatangani oleh Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. Audit dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Surplus BI meroket karena meningkatnya jumlah penerimaan sebesar Rp 40,698 triliun, atau naik 96,8 persen dari tahun sebelumnya Rp 20,671 triliun.Penerimaan tersebut berasal dari pengelolaan moneter Rp 30,868 triliun, penyelenggaraan sistem pembayaran Rp 115,672 miliar, pengaturan perbankan Rp 37,005 miliar dan sumber lainnya Rp 677,531 miliar.Seiring dengan naiknya penerimaan, jumlah pengeluaran juga naik 22,7 persen, menjadi Rp 24,539 triliun dibanding tahun 2004 sebesar Rp 19,996 triliun. BI pada tahun 2005 memiliki total aset Rp 695,416 triliun, yang terdiri dari kewajiban Rp 565,190 triliun dan ekuitas Rp 130,226 triliun.Total aset BI dalam bentuk harta antara lain, emas Rp 15,570 triliun, mata uang asing Rp 14,824 miliar, giro Rp 12,291 triliun, deposito Rp 47,231 triliun dan surat berharga Rp 312,783 triliun.
(ir/)











































