Gubernur BI Sayangkan Tanggapan Perbankan Soal Konsolidasi

Gubernur BI Sayangkan Tanggapan Perbankan Soal Konsolidasi

- detikFinance
Selasa, 09 Mei 2006 14:23 WIB
Jakarta - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menyerahkan masalah konsolidasi melalui merger dan akuisisi kepada masing-masing bank ternyata tidak direspons dengan baik."Sayang sekali tanggapan nyata dari industri bank masih belum menggembirakan. Berbagai alasan seperti perbedaan kultur antarbank, kesulitan menemukan nilai wajar adalah argumen yang sering dikemukakan," tegas Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.Hal itu disampaikan Burhanuddin usai menjadi pembicara dalam "The 2006 Asia Pacific Conference and Expo on Banking Technology" (APCONEX 2006) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (9/5/2006).Untuk itu, BI akan mempertemukan bank-bank itu agar bersedia melakukan konsolidasi. "Artinya, mereka akan kita kumpulkan. Anda dengan yang ini coba hitung-hitungan, bisa nggak kalau bergabung. Kalau oke, barangkali pemerintah bisa memberikan insentif supaya tergerak," ujarnya.Burhanuddin menjelaskan, konsolidasi tersebut dimaksudkan agar struktur permodalan perbankan menjadi lebih kuat, sehingga perbankan akan mampu mengadopsi konsep best practices.Kinerja PerbankanBurhanuddin juga menyampaikan data kinerja perbankan pada triwulan I-2006 yang menunjukkan peningkatan kinerja. Hal itu terlihat dari total kredit yang disalurkan meningkat Rp 7 triliun menjadi Rp 722,7 triliun.Total aset menjadi Rp 1.465 triliun, DPK menjadi Rp 1.124 triliun. Sementara net interest margin meningkat menjadi Rp 6,8 triliun, CAR meningkat menjadi 21,7 persen, LDR 64,3 persen.Dari kredit yang disalurkan ke sektor UMKM meningkat drastis di atas 50 persen menjadi 52 persen dari seluruh kredit perbankan. Sedangkan NPL gross meningkat menjadi 9,4 persen dan NPL netto 5,6 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads