Dirut Asabri: Kalau Ada Gerakan Nyolong, Saya Usul Berhenti!

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 19:45 WIB
Gedung Asabri / Ilustrasi Asabri
Foto: Andhika Prasetia/detiknews
Jakarta -

Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono membongkar bobroknya keuangan perusahaan sebelum dia menjabat. Salah satunya adalah dengan melakukan aksi window dressing.

Window dressing sendiri merupakan aksi strategi dari perusahaan yang mengelola keuangan seperti manajer investasi, termasuk Asabri, untuk mempercantik portofolio investasinya. Siasat ini dilakukan berbagai cara demi laporan keuangannya terlihat kinclong.

Dalam rapat dengan Komisi VI DPR sore ini, Wahyu menegaskan bahwa dirinya mengusulkan agar direksi diberhentikan jika ada upaya window dressing yang dilakukan.

"Saya ingin pastikan bahwa pertama yang akan saya usul berhentikan itu kalau direkturnya bikin laporan window dressing. Sejak saya di Pelindo, sejak saya di Bulog itu yang saya anu dulu. itu yang terjadi di Asabri," tuturnya dilansir dari kanal Youtube Komisi VI, Selasa (25/1/2022).

Wahyu pun mengungkapkan, bahwa hal itu ditemukan di Asabri. Bahkan saat dia masuk dia menemukan laporan keuangan Asabri untuk 2017.

"Seumur-umur 18 tahun saya berkarir di BUMN, baru Asabri pak laporan tidak terbit di 2017. Bapak bisa bayangkan BUMN keren begitu ndak ada laporan keuangannya. Saya cari itu tidak ada, ini direktur keuangannya opo, ini yang terjadi," terangnya.

Wahyu berani menjamin formasi direksi Asabri saat ini tidak melakukan window dressing karena Direktur Keuangan Asabri juga anti window dressing.

"Saya bersyukur sekali direktur keuangannya ini anti window dressing, lulusan ITB ahli keuangan, kurang apa lagi. Saya bilang nggak ada lagi kajian kaya gitu. Aduh pak saya masuk pertama nangis pak. Begitupun saya orang sipil, tapi ini perintah dari negara, mosok Rp 1 triliun nggak ada kajian pak. Ini kuliah nggak ini, sekolah ndak ini," sindirnya.

Lanjut halaman berikutnya.