Kebanjiran Proyek, PTBA Naikkan Produksi 6 Kali Lipat

Kebanjiran Proyek, PTBA Naikkan Produksi 6 Kali Lipat

- detikFinance
Kamis, 11 Mei 2006 00:50 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batubaranya melonjak lebih dari enam kali lipat menjadi 62 juta ton per tahun pada 2011. Per 2005, produksi batubara perseroan mencapai 9,7 juta ton. Peningkatan tersebut seiring selesainya empat proyek utama PTBA secara bertahap sampai 2011."Sebagian dari produksi akan dikerjakan oleh perusahaan yang ditunjuk, tapi tetap di KP (kuasa pertambangan) kita," kata Direktur Pengembangan A.C. Purba usai Rapat Umum Pemegang Saham di Hotel Aryaduta, Rabu (10/5/2006).Keempat proyek itu adalah pembangunan PLTU Banjarsari di Sumatera Selatan dengan kapasitas 2x100 MW. Total investasi untuk pembangunan PLTU ini senilai US$ 241juta yang akan dibiayai dari setoran pemegang saham sebesar 30 persen dan sisanya dari pembiayaan lain.PTBA juga akan membangun PLTU Bangko tengah di Muara Enim, Sumatera Selatan berkapasitas 4x600 MW senilai US$ 2,180 miliar. Perusahaan BUMN Cina yaitu ChinaHuadien Corporation memiliki 55 persen saham atas proyek ini, PTBA 28 persen, PT indika 8 persen, PLN 8 persen, dan BUMD Muara Enim 1 persen."RUPS tadi sudah menyetujui pembangunan PLTU Banjarsari, seharusnya yang Bangko Tengah juga dimintai persetujuannya hari ini. Tapi karena ada sesuatu hal, persetujuannya akan dimintakan lagi di RUPSLB empat bulan mendatang," ujarnya.Pembangunan kedua pembangkit itu rencananya akan dimulai tahun depan. PLTU Banjarsari diharapkan selesai tahun 2009 dan PLTU Bangko Tengah tahun 2010. PTBA akan memasok 1,150 juta ton batubara per tahun ke PLTU Banjar Sari dan 10-11 juta ton batubara ke PLTU Bangko Tengah.Sedangkan dua proyek lainnya adalah pembangunan rel dari Tanjung Enim di Sumatera Selatan ke Tarahan Lampung sepanjang kurang lebih 300 km dan pembangunan rel dan kanal dari Tanjung Enim ke Pulau Bangka. Setelah selesai, masing-masing rute akan mengangkut sekitar 20 juta ton batu bara per tahun.Pembangunan rel Tanjung Enim-Tarahan memakan biaya US$ 800 juta. Rencananya pembiayaannya akan berasal dari setoran pemegang saham sebesar 20 persen dan sisanya dana eksternal. PTBA memiliki saham 10 persen sedangkan sisanya dimiliki PT Trans Pacific dan China railway.Sedangkan pembangunan rel dan kanal Tanjung Enim-Pulau Bangka bernilai 490 juta. Pembangunan rute ke Pulau Bangka ini dikarenakan pulau tersebut memiliki lautyang cukup dalam sehingga kapal besar bisa merapat dan memudahkan ekspor. (ahm/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads