Setahun Operasi, Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Rp 3 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 02 Feb 2022 12:16 WIB
Nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunggu antrean di kantor BSI Regional XI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/4/2021). BSI memulai tahapan merger operasional untuk menyatukan sistem layanan guna mendorong pengembangan keuangan syariah yang ditargetkan selesai pada 1 November 2021. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: ANTARA/ARNAS PADDA
Jakarta -

Bank Syariah Indonesia (BSI) telah beroperasi selama setahun setelah merger besar-besaran dilakukan awal tahun lalu. Ada 3 bank syariah yang dilebur menjadi BSI, yakni Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan BRI Syariah.

Setelah setahun beroperasi seperti apa kinerja BSI?

Dirut BSI Hery Gunadi menjelaskan kinerja keuangan bank yang dipimpinnya cukup solid di tahun 2021. Laba bersih tumbuh 38,42% secara tahunan.

"Laba bersih BSI sampai Desember kemarin mencapai Rp 3,03 triliun dan angka ini ada pertumbuhan 38,42% dibanding 2020," kata Hery dalam konferensi pers kinerja BSI secara virtual, Rabu (2/2/2022).

Hery memaparkan pihaknya telah menyelesaikan proses merger sejak November yang lalu. "Kami sudah selesaikan 1 November 2021 operational merger menjadi satu core banking system," lanjutnya.

BSI juga mencatatkan aset mencapai Rp 265,29 triliun per Desember 2021. Tumbuh 10,72% secara tahunan.

Dari sisi pembiayaan, BSI mampu menyalurkan dana sebesar Rp 171,29 triliun, tumbuh sebesar 9,32% dari tahun sebelumnya.

Sementara dana pihak ke tiga naik 11,12% atau mencapai Rp 233,25 triliun. Kemudian, kualitas pembiayaan alias NPF Net berada di level 0,87% atau turun 0,25% secara tahunan.

Simak juga Video: Anwar Abbas Khawatir Bank Syariah Indonesia Cuma Layani Perusahaan Besar

[Gambas:Video 20detik]




(hal/eds)