Selisih Suku Bunga RI-AS Masih Terlalu Lebar

Selisih Suku Bunga RI-AS Masih Terlalu Lebar

- detikFinance
Kamis, 11 Mei 2006 12:37 WIB
Jakarta - Selisih suku bunga BI rate dan Fed Fund Rate yang saat ini mencapai 7,5 persen dinilai masih terlalu lebar. Idealnya, selisih kedua suku bunga patokan ini mestinya hanya 4-5 persen."Yang penting gap-nya, itu harus turun menjadi 4-5%, sekarang gap-nya sekitar 7,5%, tapi tandanya sekarang sudah mulai bagus." Kata Wadirut BCA Jahja Setiadmadja di sela-sela acara Apconex, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (11/5/2006).Pada Selasa 9 Mei lalu, BI menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 12,5 persen. Sementara Bank Sentral AS (Fed) justru menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen. Dengan demikian, terdapat selisih sebesar 7,5 persen.Jahja juga menilai, penurunan suku bunga yang dilakukan BI merupakan langkah yang tepat. Ia menyarankan agar BI tidak menurunkan suku bunga terlalu cepat karena akan berpengaruh pada aliran modal masuk jangka pendek yang sangat mudah berbalik arah.Jahja juga berharap penurunan BI rate sebaiknya dilakukan secara kontinu dan bertahap, yakni sebesar 25 basis poin setiap bulannya.Mengenai pernyataan Fed yang masih membuka kemungkinan untuk menaikkan kembali suku bunganya, Jahja menegaskan, hal itu tidak akan banyak berpengaruh pada nilai tukar rupiah.Jahja menilai, kenaikan Fed Fund Rate justru akan membantu penguatan rupiah dan malah mendukung jatuh tukar dolar AS."Sekarang dolar Amerika hampir jatuh terhadap semua mata uang di dunia. Dan kenaikan The Fed itu sedikit banyak mendukung kejatuhan dolar, tapi tidak terlalu banyak terhadap rupiah," urai Jahja.Setelah pengumuman kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen, dolar AS memang sempat melemah. Namun dolar AS akhirnya berhasil bangkit dari keterpurukan posisinya setelah Departemen Keuangan AS tidak menyebut Cina sebagai manipulator mata uang. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads