BPKH Resmi Jadi Pemegang Saham Bank Muamalat

Iffa Naila Safira - detikFinance
Senin, 14 Feb 2022 20:16 WIB
Bank Muamalat
Foto: Danang Sugianto-detikFinance
Jakarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Hal tersebut juga sudah ada dalam surat keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan BPKH selaku Calon PSP Bank Muamalat.

"Ketetapan dari OJK ini menunjukkan BPKH selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Mumalat dinilai mampu dan layak untuk mengembangkan Bank Muamalat kedepan untuk melakukan transformasi dan mencapai kinerja yang kian positif" kata Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu dalam keterangan tertulis, Senin (14/2/2022).

BPKH resmi menjadi PSP Bank Muamalat setelah menerima saham dari Islamic Development Bank (IsDB) dan SEDCO Group sebanyak 7.903.112.181 saham atau setara dengan 77,42% pada tanggal 15 dan 16 November 2021 lalu.

Saham BPKH meningkat 4,25%, dari yang sebelumnya yaitu sebelum right issue sebanyak 78,45%. Sehingga total saham BPKH di Bank Muamalat saat ini adalah 82,7%.

Peningkatan saham ini bisa terjadi karena Bank Muamalat melakukan right issue, dimana BPKH menyuntikkan tambahan modal sebesar Rp 1 triliun.

Melengkapi kehadiran BPKH sebagai PSP dan berdasarkan hasil evaluasi OJK terhadap posisi keuangan Bank Muamalat terkini, regulator juga telah menetapkan Status Bank Muamalat Dalam Pengawasan Normal.

Berdasarkan hasil evaluasi OJK, posisi keuangan Bank Muamalat saat ini telah ditetapkan dalam status pengawasan normal.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, pihaknya menyambut baik hal ini. Menurutnya, berbagai upaya pembenahan yang dilakukan perseroan selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang positif.

"Pembenahan yang kami lakukan diantaranya adalah konsolidasi internal, perbaikan kinerja dan penguatan struktur permodalan. Kami akan melanjutkan tren positif ini dengan fokus pada target bisnis yang telah dicanangkan. Insya Allah target tersebut akan tercapai dengan hadirnya BPKH sebagai pemegang saham baru," ujarnya.

(dna/dna)