BRI Tak Buru-buru Turunkan Suku Bunga Kredit
Sabtu, 13 Mei 2006 15:50 WIB
Bogor -
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) belum akan merespons penurunan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan BI rate yang kini dilevel 12,5 persen. Meski demikian, BRI optimistis penyaluran kreditnya tetap lancar."Turun 0,25 persen itu belum signifikan pengaruhnya terhadap landing rate," kata Direktur Bisnis Mikro dan Ritel BRI, Ventje R Rahardjo, disela acara media gathering di Hotel Novotel, Bogor, Sabtu (13/5/2006).Ventje mengaku, hingga kini belum ada rencana manajemen BRI untuk menurunkan suku bunga kredit. Dia tidak memaparkan berapa penurunan SBI yang aman untuk pemangkasan suku bunga.Menurut Ventje, antusias nasabah meminjam dana di BRI tidak menyusut meski harga BBM dan suku bunga masih tinggi. Terbukti kredit mikro yang disalurkan BRI sampai akhir Maret tetap tumbuh Rp 300 miliar per bulan.Pertumbuhan tersebut karena meningkatnya akses kredit masyarakat pedesaan. "Untuk kredit mikro masyarakat pedesaan tidak pengaruh bunga, yang penting akses perbankannya mudah," ujar bankir yang pernah ngendon di Bank Mandiri ini.Sampai triwulan I-2006, penyaluran kredit BRI telah tumbuh sekitar Rp 1 triliun. Sedangkan total kredit mikro yang telah disalurkan hingga April 2006 mencapai Rp 25 triliun. Pada tahun ini, BRI menargetkan penyaluran kredit mencapai Rp 26-Rp 27 triliun.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































