ADVERTISEMENT

BRI Bagi Dividen Rp 26,4 T, Erick Thohir Puji Kinerja Holding Ultra Mikro

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Rabu, 02 Mar 2022 11:50 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

BRI membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilai Rp 26,4 triliun dalam RUPST tahun 2022. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kemampuan BRI membagikan dividen mencerminkan perseroan berhasil menjalankan bisnis ultra mikro di tengah situasi pandemi.

Erick menyatakan hal itu menjadi angin segar bagi dunia perekonomian mikro maupun makro. Secara mikro, ulas Erick, BRI menunjukkan mampu beradaptasi dengan model bisnisnya yang fokus mendukung UMKM. Secara makro, kesuksesan di level mikro itu dapat berkontribusi dalam mendukung perekonomian nasional.

"Hal ini menjadi bukti bagaimana BRI dengan holdingnya yang fokus pada ultra mikro mampu terus berkinerja secara positif dan sehat dalam mendukung UMKM. Ini tanpa melupakan kinerja perusahaan secara bisnis, dan yang lebih luas mampu menggerakkan perekonomian nasional secara umum," kata Erick dalam keterangan tertulis, Rabu (2/3/2022).

Menurut Erick keberhasilan Holding Ultra Mikro ini juga dirasakan hingga ke pelaku usaha kecil. Berbagai program yang dilakukan BRI, termasuk kredit usaha kecil, terbilang sukses dalam memutar perekonomian secara umum.

Layanan Holding Ultra MikroFoto: BRI

"Ini adalah pilar perekonomian. UMKM yang terus bergerak dengan dukungan Holding Ultra Mikro, dalam hal ini BRI, mampu menunjukkan kinerja yang sangat baik. Implikasinya terlihat dari level usaha riil di masyarakat. Ekonomi tumbuh. Di sisi lain, BRI pun menunjukkan catatan kinerja yang baik," papar Erick.

Erick menegaskan peran BUMN memang mesti menyeimbangkan sisi bisnis, pelayanan publik, sekaligus menjadi katalisator bagi ekonomi rakyat.

"Apa yang ditunjukkan BRI jadi contoh bagaimana BUMN kita membuktikan mampu mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, pelayanan publik yang maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya UMKM," urai Erick.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT