BI Dorong Transaksi Pembayaran Non Tunai

BI Dorong Transaksi Pembayaran Non Tunai

- detikFinance
Rabu, 17 Mei 2006 16:19 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menggiatkan penggunaan transaksi non tunai, untuk mengurangi biaya moneter pencetakan dan peredaran uang kertas."Dengan non tunai transaksi menjadi praktis, cepat dan nyaman bagi masyarakat," kata Deputi Gubernur BI bidang sistem pembayaran, Maulana Ibrahim, dalam seminar menuju less cash society di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (17/5/2006).Secara bertahap, ungkap Maulana, sistem pembayaran akan lebih banyak beralih ke non tunai. Basis pembayaran non tunai itu, pertama, paper base seperti cek dan giro.Kedua, card base seperti ATM, kartu kredit maupun kartu debet. Ketiga, electronic base, yaitu e-money, mobile banking dan internet banking.Maulana menjelaskan, pertumbuhan card base seperti kartu kredit, rata-rata tumbuh sekitar 15-30 persen per tahun. Sedangkan untuk kartu debet mencapai 25-30 per tahun.Menurut Maulana, statistik uang beredar mencatat rasio penggunaan uang giral dibandingkan dengan uang kartal (fisik) pada tahun 2005 adalah 34:66 persen.Namun jika produk inovatif perbankan seperti layanan ATM dan kartu debet dimasukkan dalam hitungan, maka rasio uang giral dan kartal sebesar 52:48 persen."Rasio tersebut menunjukkan bahwa instrumen non tunai memberikan kontribusi yang besar dalam menekan jumlah peredaran uang kartal dan mempercepat penggunaan uang giral," katanya.Maulana mengatakan, pengembangan less cash society, saat ini masih menghadapi kendala seperti masih tingginya budaya cash society di Indonesia."Memegang uang itu adalah kebiasaan atau budaya dari masyarakat Indonesia," tutur Maulana.Sementara Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran BI, Eddy Siswanto mengatakan, less cash society lebih menguntungkan, karena biaya produksi untuk mencetak uang kartal membutuhkan dana lebih besar."Dengan less cash society ini tidak hanya menjadikan uang tunai lebih sedikit di dompet kita, karena orang akan lebih menggunakan transaksi giral," jelas Eddy. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads