RI-Korsel Negosiasi Soal Kenaikan Swap Bilateral
Rabu, 17 Mei 2006 18:28 WIB
Jakarta - Indonesia saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan Korea Selatan (Korsel) untuk melipatgandakan Bilateral Swap Agreement (BSA) alias swap bilateral menjadi US$ 2 miliar.Berdasarkan perjanjian yang diteken 24 Desember 2003 lalu, Korsel menyetujui BSA sebesar US$ 1 miliar. Perjanjian ini akan berakhir pada Desember 2006.Ketua Badan Kerjasama Ekonomi Internasional (Bapeki) Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan, Korsel telah setuju untuk melanjutkan perjanjian BSA yang merupakan dana cadangan."Sedang dibahas mengenai term and condition-nya. Itu masih dinegosiasi, mencapai US$ 2 miliar," ujar Anggito di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/5/2006).Sebelumnya, Bank of China (BoC) setuju untuk melipatgandakan nilai dari BSA untuk Indonesia hingga dua kali lipat menjadi US$ 4 miliar. Dengan penambahan BSA dari Cina itu, maka total dana untuk swap bilateral Indonesia mencapai US$ 12 miliar.Pertemuan IDBIslamic Development Bank (IDB) pada 30-31 Mei mendatang akan kembali melakukan sidang di Kuwait. Salah satu agenda penting yang akan dibahas negara anggota IDB adalah peningkatan penyertaan modal dari Islamic Dinad (ID) 15 Miliar menjadi ID 30 miliar."Saat ini Indonesia menduduki peringkat 10 dalam daftar penyertaan modal IDB sebesar ID 124,26 juta," ujar Anggito.Arab Saudi saat ini merupakan negara terbesar yang menyertakan modalnya di IDB ID 1,987 miliar atau 27,33 persen.Indonesia tengah mengkaji kemungkinan meningkatkan share-nya di IDB, sehingga akan memperkuat posisinya dan hak votingnya di lembaga tersebut.
(qom/)











































