Rencana BNI Caplok Bank Mayora Dapat Restu Pemegang Saham

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2022 18:45 WIB
Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo menjajakan TapCash BNI di Emerald Lounge JIExpo dalam ajang Java Jazz Festival 2016. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus menggalakan transaksi non tunai dalam event tersebut. Perseroan pun optimis nilai transaksi dalam event tersebut bisa mencapai Rp 3 miliar. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hari ini PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menyetujui rencana aksi korporasi untuk pengambilalihan PT Bank Mayora.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengungkapkan dengan persetujuan ini proses pengambilalihan bisa selesai pada akhir April atau awal Mei tahun ini.

"Diharapkan semua berjalan lancar, sehingga seluruh persetujuan dan persyaratan terkait rencana pengambilalihan selesai pada April atau awal Mei 2022," kata Novita dalam konferensi pers, Selasa (15/3/2022).

Sebelumnya BNI telah mengumumkan rancangan terkait akuisisi Bank Mayora pada 22 Januari 2022 lalu. Rencananya BNI akan mengakuisisi Bank Mayora dengan penerbitan 1.029.151.550 saham baru yang mewakili 54,90% dari seluruh saham yang sudah ditempatkan dan disetor dalam Bank Mayora, serta pengambilalihan 169.078.288 saham yang ada dari IFC.

Rencana BNI terkait akuisisi ini adalah untuk mendorong transaksi digital masyarakat yang sejalan dengan perseroan untuk membentuk suatu bank digital dengan strategi anorganik. Nantinya Bank Mayora ini akan disulap menjadi bank digital.

Dalam RUPST itu BNI juga menyetujui rencana buyback 2021 dan disimpan dalam treasury stock sebanyak 24.682.600 saham. Ini dalam rangka program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen.

Novita menjelaskan buyback ini adalah kelanjutan program kepemilikan saham karyawan dan manajemen yaitu Management Employee Stock Option Plan (MESOP).

Tahun ini BNI memproyeksikan pertumbuhan kredit pada kisaran 7-10%. Lalu net interest margin (NIM) 4,6% hingga 4,8% serta cost of credit sebesar 2-2,3%.

Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan menyebutkan jika saat ini BNI punya 76 kantor cabang di luar negeri dan bisa untuk mengoptimalkan ekspor produk dalam negeri.

Selain itu BNI juga memiliki program Diaspora Saving, Diaspora Lending dan Diaspora Remmitance unutk mencapai target perseroan.

BNI menargetkan pertumbuhan ekspor-impor di kisaran 19%-25% dan volume ekspor serta remitansi naik 10%.

(kil/dna)