Tebak-tebak Suku Bunga AS Saat Inflasinya Makin 'Hot'

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 28 Mar 2022 09:32 WIB
Suku Bunga The Fed Naik
Inflasi AS?Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Laju inflasi di Amerika Serikat (AS) sudah begitu panas. Sederet bank di Wall Street ramai-ramai mengeluarkan prediksi terhadap keputusan bank sentral AS, Federal Reserve atas suku bunga acuan demi mendinginkan kenaikan harga.

Melansir CNN, Senin (28/3/2022), Goldman Sachs pada awal pekan ini telah mengeluarkan prediksinya The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar setengah poin persentase di setiap pertemuan gubernur The Fed selama 2 kali pertemuan.

Tak lama setelahnya, Morgan Stanley dan Jefferies juga memiliki pandangan yang sama dengan Goldman Sachs. Meski The Fed belum pernah menaikkan suku bunga sebesar itu sejak tahun 2000, tapi kedua bank tersebut yakin terhadap prediksi tersebut.

Nah sekarang giliran Citigroup yang mengeluarkan prediksinya. Ekonom Citi pada Jumat kemarin menyatakan proyeksinya The Fed diperkirakan akan meningkatkan suku bunga setengah poin persentase selama masing-masing dari 4 kali pertemuan berikutnya.

Citigroup juga memperkirakan kemungkinan yang lebih agresif dilakukan The Fed, seperti kenaikan suku bunga yang lebih besar pada setiap pertemuan yang tersisa tahun ini.

Kekhawatiran atas inflasi yang naik lebih tinggi belakangan ini salah satunya didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina, lonjakan harga makanan, energi, dan harga komoditas lainnya.

"Dengan inflasi yang kemungkinan akan sangat kuat di bulan Maret dan akan tetap tinggi di bulan April, kami pikir akan sulit bagi pejabat Fed untuk berdebat mengapa mereka tidak menaikkan 50 basis poin," tulis ekonom Citi.

Citi memperingatkan bahwa jika inflasi meningkat secara tak terduga atau ekspektasi inflasi jangka panjang naik dengan cepat, ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari setengah poin persentase dalam sebuah pertemuan.

(das/das)