BRI Belum Turunkan Suku Bunga

BRI Belum Turunkan Suku Bunga

- detikFinance
Selasa, 23 Mei 2006 14:00 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia tbk (BRI) masih enggan menurunkan suku bunga kreditnya, meski BI rate sudah turun. BRI menilai, BI rate yang hanya turun 25 basis poin belum cukup menjadi pemicu penurunan suku bunga kreditnya."Akan turun kalau sudah 1 persen (BI rate turun). Kalau masih 0,25 persen, ya tidak otomatislah," kata Dirut BRI Sofyan Basyir.Ia menyampaikan hal tersebut usai acara pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari 23 Perguruan Tinggi di Auditorium Pusdiklat BRI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta, Selasa (23/5/2006).Sofyan mengakui, sektor riil membutuhkan suku bunga yang menarik agar dapat melakukan pembiayaan melalui pinjaman. Menurutnya, tingkat suku bunga kredit yang dinilai menarik dan kondusif bagi sektor riil adalah 10-12 persen.Tingginya tingkat suku bunga saat ini dinilai Sofyan sebagai salah satu kendala dalam persaingan industri dalam negeri dengan industri di luar negeri."Bagaimana industri kita mau bersaing dengan luar, dengan suku bunga kredit yang begitu tinggi di dalam negeri," cetusnya.Rp 2-3 T untuk PerkebunanDalam kesempatan tersebut, Sofyan juga menyatakan bahwa BRI menyiapkan dana Rp 2-3 triliun untuk membiayai proyek infrastruktur, khususnya sektor perkebunan pada tahun 2006."Dana yang disediakan perbankan untuk proyek infrastruktur sekitar Rp 7 triliun. Dan BRI sekitar Rp 2-3 triliun per tahunnya. Itu target tahun 2006," ujar Sofyan.Untuk proyek infrastruktur sektoral seperti perkebunan saat ini sudah mulai dilakukan penjajakan, baik kepada pengusaha maupun pemerintah daerah terkait pengadaan lahan perkebunan. Lahan-lahan perkebunan itu akan difokuskan di luar Jawa, yakni Sumatera dan Kalimantan.Untuk proyek perkebunan ini, BRI akan membiayai mulai dari sektor hulu hingga ke sektor hilir. Ia mencontohkan, pembiayaan oleh BRI nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perkebunan tebu serta membangun pabrik gula. "Karena gula kan masih impor. Sekarang sangat menguntungkan kalau itu dibangun di Indonesia," tandasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads