ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Kelamaan Mengendap di Bank, Duit di Rekening Bisa Ludes?

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 09 Apr 2022 15:15 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Squirescape
Jakarta -

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat dana tabungan di bank ludes secara perlahan. Hal itu disebabkan adanya penyusutan nilai tabungan karena tergerus inflasi. Dengan kata lain, nilai rill tabungan akan menyusut seiringnya waktu akibat inflasi.

Nilai riil yang dimaksud adalah kemampuan daya tukar atau daya beli uang pada barang atau jasa. Nominal yang sama, di tahun yang berbeda bisa memiliki nilai rill yang berbeda pula.

Sebagai contoh, simpanan tabungan sebesar Rp 10 juta di bank pada sepuluh tahun yang lalu terasa lebih besar ketimbang menyimpan tabungan sebesar Rp 10 juta sekarang ini. Hal itu disebabkan biaya hidup dan keperluan sehari-hari saat ini lebih mahal ketimbang sepuluh tahun lalu.

Dengan kata lain, menyimpan uang tunai senilai Rp 10 juta dalam tabungan dalam kurun waktu yang lama, semisal 10 tahun tadi, bukanlah pilihan yang bijak.

Selain nilai rill tabungan yang terus menyusut, secara nominal pun jumlahnya ikut berkurang karena dipotong biaya administrasi. Di beberapa bank swasta maupun bank BUMN, terdapat beberapa jenis biaya administrasi yang harus dibayarkan seorang nasabah yang dipotong secara otomatis dari uang tabungan nasabah yang bersangkutan.

Potongan yang paling umum adalah biaya administrasi bulanan. Jumlahnya bervariasi dari mulai Rp 3.000 hingga Rp 20.000 per bulannya.

"Biaya administrasi rutin ini akan dipotong secara otomatis dari rekening nasabah secara rutin setiap bulannya," ujar seorang teller Bank swasta saat dihubungi detikcom.

Selain itu, masing-masing bank menerapkan biaya tertentu untuk setiap transaksi pemindahan dana atau transfer yang melibatkan bank yang berbeda. Biaya transfer tersebut ditanggung langsung oleh nasabah setiap kali melakukan transaksi. Besarannya berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 5.000 setiap transaksi.

Hal lainnya adalah kebijakan saldo mengendap atau saldo minimum. Ada beberapa bank yang mensyaratkan nasabah harus mengendapkan dananya dengan batas minimal tertentu.

"Ada saldo minimal. Jadi tidak bisa melakukan penarikan bila saldo di rekening sudah mendekati batas saldo minimum," kata teller Bank lainnya yang juga sempat dihubungi detikcom.

Besarannya bervariasi bergantung pada kebijakan masing-masing bank. Dari mulai Rp 30.000 hingga Rp 150.000. Namun demikian, ada juga bank yang tidak menerapkan batas minimum. Nasabah dapat menarik dana hingga saldo di rekening Rp 0.

"Tapi potongan bulanan tetap berjalan, jadi kalau nanti diisi lagi, saldonya akan dipotong secara otomatis sebesar potongan yang tidak terbayar sebelumnya," masih kata teller Bank swasta yang sama.

Biaya administrasi lainnya adalah biaya administrasi untuk pemindahan rekening, perubahan jenis tabungan, pencetakan rekening koran, penutupan rekening dan lainnya. Nasabah harus mengerti bahwa uang yang disimpan di tabungan bank pasti akan habis seiring berjalannya waktu.

(toy/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT