BRI Akan Hapus Buku Rp 140 M Kredit Korban Gempa Yogya
Selasa, 30 Mei 2006 16:06 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan menghapus buku sekitar Rp 140 miliar kredit dari nasabahnya yang terkena dampak gempa Yogya. Dengan hapus buku itu, BRI berpotensi kehilangan pendapatan bunga Rp 30 miliar.Kredit yang disalurkan BRI di Yogya antara lain melalui cabang Bantul, Wonosari dan Klaten dengan total mencapai Rp 339 miliar. Jumlah tersebut adalah 0,95 persen dari total kredit BRI sebesar Rp 78 triliun."Dengan hapus buku, potensi kerugian Rp 30 miliar karena tidak diterimanya bunga dari kredit-kredit," kata Dirut BRI Sofyan Basir dalam konferensi pers usai RUPS di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (30/5/2006).Sofyan menambahkan, kantor-kantor BRI di Yogya juga mengalam gangguan akibat gempa. Sebanyak 30 kantor masih belum beroperasi akibat bangunan yang rusak dan terputusnya komunikasi.Namun dari segi kredit, Sofyan mengaku tidak terlalu bermasalah karena meski debitornya banyak, nilainya kecil. Kredit-kredit milik nasabah yang terkena dampak gempa itu akan direstrukturisasi. "Jumlah debitor banyak, nilainya kecil karena mayoritas petani dan pengrajin," tambah Sofyan.BRI menganggarkan hapus tagih tahun 2006 sebesar Rp 265 miliar. Selain Yogya, hapus tagih juga dialokasikan ke Aceh dan daerah lain yang juga terkena bencana. Hapus tagih itu dilakukan lewat prosedur hapus buku, identifikasi dokumen dan kondisi di lapangan.
(qom/)











































