The Fed Naikkan Suku Bunga, Bahaya Buat RI?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 05 Mei 2022 19:00 WIB
Ilustrasi kurs dolar rupiah
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indonesia diperkirakan akan terdampak kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,5%.

Dikutip dari Reuters, Kamis (5/5/2022) Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell mengatakan, pembuat kebijakan siap menyetujui kenaikan suku bunga 0,5% pada pertemuan Juni dan Juli.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, mengatakan kebijakan suku bunga The Fed akan mendorong larinya aliran modal dari negara berkembang termasuk Indonesia ke AS.

"Akan terjadi capital outflow. Kalau capital outflow terjadi, putaran berikutnya saya kira rupiah akan semakin melemah ya," katanya kepada detikcom, Kamis (5/5/2022).

Bila rupiah melemah, dia menjelaskan maka beban utang pemerintah akan meningkat lantaran banyak utang pemerintah yang dalam bentuk mata uang asing.

"Tentu saja karena utang semakin meningkat, ya cadangan devisa kita ya karena harus untuk bayar utang dalam mata uang dolar kan semakin berkurang. Saya kira memang dampak ikutannya tadi devisa kita berkurang, kemampuan kita untuk membayar impor kita semakin melemah," tuturnya.

Oleh karena itu, dia menilai Bank Indonesia (BI) perlu melakukan Beberapa upaya. Misalnya saja melakukan operasi di pasar uang dengan menambah jumlah uang beredar.

"Yang kedua harus katakanlah membuka peluang untuk BI menaikkan suku bunga seven day repo rate dari 3,5 lah ya maksimal 25 atau 50 basis poin juga," tambah Tauhid.



Simak Video "The Fed Waspadai Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Global"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)