Penarikan Uang Tunai saat Ramadhan-Lebaran Tembus Rp 180 T, Jawa Tertinggi!

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Senin, 09 Mei 2022 14:54 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi Tumpukan Uang/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan penarikan uang tunai saat Ramadan dan libur Idulfitri 2022. Penarikan uang tunai meningkat 16,6% dibandingkan realisasi tahun 2021 year on year (yoy) dari Rp 154,5 triliun menjadi Rp 180,2 triliun.

"Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sebelum kondisi pandemi (Mei 2019) yang sebesar 9,21% yoy. Realisasi tersebut masih dalam kisaran alokasi uang tunai yang telah dipersiapkan BI guna mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tahun 2022," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Senin (9/5/2022).

Sejalan dengan itu, transaksi non tunai melalui BI-FAST yang tetap beroperasi penuh selama libur Idulfitri juga mengalami peningkatan.

Nominal transaksi BI-FAST bulan April 2022 tumbuh sebesar 51,88% month to month (mtm), mencapai Rp 100,25 triliun dan secara volume tumbuh 32,72% mtm, mencapai 24,55 juta transaksi. Nominal transaksi tertinggi terjadi pada H-7 Idulfitri (25/4) sebesar Rp 5,93 triliun dengan volume sebanyak 1,28 juta transaksi.

Kinerja tahunan penarikan uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri 2022 di setiap wilayah di Indonesia secara umum mengalami pertumbuhan. Wilayah dengan penarikan tunai tertinggi yaitu Jawa sebesar Rp 110,1 triliun, tumbuh 19,6% yoy, tertinggi kedua Sumatera sebesar Rp 35,3 triliun, tumbuh 6,5% yoy.

Menyusul Sulawesi-Maluku-Malut-Papua (Sulampua) sebesar Rp15,0 triliun, tumbuh 13,3% yoy, Kalimantan sebesar Rp12,5 triliun, tumbuh 15,2% yoy, serta Bali-NTT-NTB (Bali Nusra) sebesar Rp7,4 triliun, tumbuh 42,4% yoy.

Dari sisi penukaran uang, BI mencatat jumlah penukaran uang melalui BI selama periode Ramadan dan Idulfitri 1443H sebesar Rp1,3 triliun. BI menyediakan layanan penukaran ritel atau kas keliling BI di 468 titik penukaran yang tersebar di seluruh Indonesia mulai tanggal 5-28 April 2022.

"Selain itu, perbankan juga memberikan layanan penukaran kepada masyarakat melalui jaringan kantor perbankan yang jumlahnya mencapai 5.013 titik penukaran di seluruh Indonesia," kata Erwin.

Tahun ini, BI menghadirkan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) untuk mendukung layanan penukaran ritel kas keliling BI agar penukaran semakin Mudah, Aman, Nyaman, Terjamin, Akurat, serta Pasti (Mantap).

(ara/ara)