Jangan Panik kalau Uang Tak Keluar dari ATM! Lakukan Hal Ini

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 10:39 WIB
Seorang nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang mengakses layanan mobile banking Bank BTN di Jakarta, Senin (19/7). Dalam rangka mendukung Pemerintah menekan laju penularan Covid-dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih terus diterapkan, Bank BTN mengoptimalkan layanan digital banking, seperti mobile banking, internet banking serta ATM. Bank BTN juga menambah  fitur Cardless Withdrawal, dimana nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di ATM, serta QRIS, fitur yang memudahkan nasabah bertransaksi dengan  memindai QR Code melalui aplikasi mobile banking BTN. Jumlah transaksi mobile banking Bank BTN tercatat melonjak hingga 52% yoy menjadi 65,62 juta transaksi pada bulan Juni 2021 atau naik dari 43,14 juta transaksi pada Juni 2020.
Ilustrasi Tarik Tunai di ATM/Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Tarik tunai di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) merupakan kegiatan yang sering kita lakukan. Saat melakukan penarikan di mesin ATM, pernahkah kamu mengalami kejadian uangnya tidak keluar, bahkan saldonya sudah berkurang? Hal ini pastinya membingungkan.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

1. Jangan Panik dan Coba Kembali Memasukkan Kartu ke ATM

Pengamat Perbankan & Staf Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ryan Kiryanto mengatakan hal yang perlu dilakukan nasabah adalah jangan panik. Nasabah juga bisa mencoba memasukkan kembali kartu ke ATM.

"Pertama jangan panik. Kita bisa coba masukkan lagi kartu ATM kita. Nanti, klik pada menu mutasi. Itu buat mengecek transaksi keuangan. Misalkan, dalam lima transaksi terakhir. Lalu, tekan print. Nanti akan keluar setruknya," jelas Ryan kepada detikcom, Rabu (11/5/2022).

2. Lihat Setruk

Ia juga memaparkan nasabah bisa melihat status transaksi tadi pada setruk tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui keterangan apakah transaksi berhasil atau tidak.

"Kalau selesai transaksi kan penarikan setruk keluar, dilihat itu setruknya. Apakah transaksinya sukses atau tidak. Kalau setruknya keluar uangnya tidak, Pasti nanti ada keterangan decline di ATM. Kalau decline, itu nggak usah khawatir memang uangnya tidak keluar dan saldo tidak terpotong," katanya.

Ryan juga menjelaskan jika transaksi di ATM telah selesai namun uang tetap tidak keluar, maka akan muncul keterangan tertentu.

"Kalau katakanlah uang yang tidak keluar itu Rp 2 juta. Itu akan muncul keterangannya debit. Tapi, karena kasus uangnya nggak keluar nanti di bawahnya itu akan muncul angka yang sama Rp 2 juta, tapi bentuk keterangannya belakang kodenya akan C (credit). Jadi, uang kita itu dikembalikan. Sistem melakukan itu, makanya keluar kodenya C," jelas Ryan.

3. Laporkan ke Bank

Apabila kita tidak tahu apakah saldo berkurang atau tidak, maka nasabah bisa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak bank.

"Atau kalau nasabah bingung, dan tidak mengerti cara tadi ya bisa langsung melaporkannya kepada pihak bank. Segera hubungi kantor cabang terdekat, atau bisa by phone atau lewat website. Tunggu respons pihak bank. Jelaskan kepada pihak bank bagaimana kejadiannya, apabila posisinya kita nggak tahu saldo berkurang atau tidak dan setruk tidak keluar. Nanti, pihak bank pasti akan mengecek dan memberikan keterangannya. Apakah transaksinya sukses atau memang gagal," ujar Ryan.

Untuk itu, Ryan pun mengingatkan kepada para nasabah untuk selalu teliti serta memahami apa yang diinstruksikan pada layar ATM.

"Makanya perlu teliti dan jangan buru-buru, ikuti apa yang diinstruksikan pada layar ATM. Setelah transaksi, pastikan kartu ATM dan uang sudah ada di tangan kita. Karena sejatinya, ATM akan mengeluarkan uang sesuai permintaan, itu by system dan harus connect. Jadi, kalau uang yang diminta dengan nominal tertentu nggak ada stoknya di ATM, ya ATM juga nggak bakal kasih uangnya," ujar Ryan

(fdl/fdl)