ADVERTISEMENT

Sederet Strategi BRI Group Capai Kinerja Positif hingga Akhir 2022

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Sabtu, 14 Mei 2022 09:30 WIB
Sunarso
Foto: BRI
Jakarta -

BRI Group mencatatkan kinerja positif di tengah kondisi ekonomi saat ini. Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasian senilai Rp 12,22 triliun atau tumbuh sebesar 78,13% year on year.

Sementara untuk asset, pada akhir Maret 2022, Aset BRI mencapai Rp 1.650,28 triliun atau tumbuh 8,99% yoy. CEO BRI Group Sunarso menyampaikan capaian ini tak lepas dari upaya BRI dalam menyeimbangkan transformasi digital dengan tetap fokus pada core business.

"Transformasi ini tak mudah, tetapi akan sukses kalau 4 hal dipenuhi. Pertama jelas ada proyek yang ditransformasi, kedua ada pemimpin yang menggerakkan, ketiga seluruh anggota timnya buy in atau menghendaki dan keempat transformasi itu harus jadi sistem," ungkap Sunarso dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022).

"Objek yang ditransformasi hanya 2, digital dan culture, digital basisnya IT, ada pabrik dan vendor. Culture harus dibangun, makanya dibutuhkan pemimpin yang jadi role model untuk perubahan culture yang fit di era digital," imbuhnya.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Halal Bi Halal BRI bersama Pemimpin Redaksi Media, Jumat (13/05).

Sunarso menjelaskan saat ini BRI memiliki 9 perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group di antaranya Bank Raya, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Insurance, Pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani). Adapun Pegadaian dan PNM bergabung pada September 2021 sebagai upaya untuk membentuk sinergi ekosistem ultra mikro.

"Bergabungnya Pegadaian, PNM, dan lain-lain termasuk untuk kita memulai gerakan kontribusi perusahaan anak, ini juga transformasi sebenarnya. Jadi jangan menyangka kita transformasi dulu, kemudian ngambil Pegadaian ataupun PNM terus kita transform. Jadi itu memang dalam kerangka, dalam koridor strategi kita untuk bertransformasi. Untuk apa? Untuk lebih fokus kepada UMKM," imbuh Sunarso.

Ia pun menambahkan saat ini BRI juga sedang menyempurnakan fondasi ekosistem ultra mikro. Hingga akhir Kuartal I 2022, BRI, Pegadaian dan PNM telah menyatukan kantor co-location Senyum di 404 kantor di seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat lebih dari 63 ribu pemasar ultra mikro dan mikro yang terdiri dari Mantri BRI, AO PNM dan pemasar Pegadaian.

Sunarso pun optimistis dengan kinerja BRI ke depannya, mengingat pihaknya telah menyiapkan empat strategi utama untuk meneruskan capaian positif hingga akhir tahun 2022.

Klik halaman selanjutnya >>>

Pertama melalui selective growth. Dalam hal ini, BRI akan berfokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi tinggi, dengan eksposur minimum terhadap gejolak eksternal, yaitu sektor Pertanian, Industri bahan kimia, serta makanan dan minuman.

BRI juga akan meneruskan strategi business follow stimulus dengan memfokuskan pertumbuhan berdasarkan stimulus pemerintah untuk membantu penguatan pertumbuhan ekonomi domestik.

Selanjutnya, BRI akan fokus pada kualitas, selektif dalam menentukan kelayakan nasabah restrukturisasi dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi bisnis nasabah. BRI juga akan menerapkan soft landing strategy dengan membentuk cadangan yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya pemburukan kualitas kredit nasabah restrukturisasi.

Untuk menjaga profitabilitas, BRI akan fokus pada pinjaman dengan high yield tinggi, yaitu segmen mikro dan consumer loan, serta meningkatkan efisiensi melalui peningkatan dana murah (CASA).

Lebih lanjut, Sunarso menambahkan pihaknya juga akan meningkatkan CASA secara gradual dari 63% pada Kuartal I 2021, menjadi 66% pada Kuartal I 2022. Beberapa di antaranya melalui wholesale transaction, penetrasi digital saving BRI, dan hyperlocal ecosystem pada segmen mikro. Hal ini dilakukan guna menghadapi tren kenaikan suku bunga.

"Dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang baik, BRI Group akan terus bekerja di area UMKM utamanya mikro dan kemudian dengan cara-cara yang efisien, dan value yang di create harus kembali ke mikro dan itu akan menjadi putaran bola salju yang makin besar sehingga makin besar value creation-nya," ungkap Sunarso.

"Saya cukup yakin bahwa BRI akan semakin baik di 2022 dibandingkan tahun 2021, namun tetap antisipatif dengan kemungkinan terburuk dari kondisi perekonomian global," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Forum Pemimpin Redaksi Titin Rosmasari pun mengapresiasi atas capaian kinerja BRI hingga akhir kuartal I 2022. Ia berharap upaya yang telah dilakukan BRI dapat bermanfaat positif bagi masyarakat.

"Tentu kami berharap agar segala pencapaian cemerlang BRI mampu memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat," pungkasnya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT