Jatim Gabung Sistem Kliring Nasional
Jumat, 02 Jun 2006 17:02 WIB
Surabaya - Wilayah kliring Jawa Timur akhirnya bergabung dengan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia. Seluruh wilayah Indonesia diharapkan bergabung dalam sistem kliring nasional pada tahun 2007.Peresmian masuknya Jatim dalam sistem kliring nasional dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, R. Maulana Ibrahim di Surabayan, Jumat (2/6/2006).Sejak diluncurkan pada Juli 2005, saat ini sebanyak 72,5% transaksi kliring telah terintegrasi secara nasional, dengan nilai yang diproses mencapai Rp 4,5 triliun.Dengan diimplementasikannya Sistem Kliring Nasional ini menandai berakhirnya secara bertahap 16 wilayah kliring lokal di tiga kantor Bank Indonesia yaitu Jember, Malang dan Kediri.Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, sebelumnya telah diimplementasikan di wilayah kliring Jakarta pada 29 Juli 2005 dan Bandung sejak 24 November 2005. "Direncanakan pada akhir tahun 2007 seluruh wilayah Indonesia telah terhubung dalam satu wilayah kliring," ujar Maulana. Ia menambahkan, perkembangan sistem pembayaran ke arah non-cash transaction ataupun paperless settlement merupakan tren yang tidak dapat dihindari seiring meningkatnya kebutuhan akan instrumen pembayaran yang praktis, aman dan efisien.Dari sisi perbankan, implementasi Sistem Kliring Nasional akan menciptakan efisiensi biaya pencetakan dan handling warkat yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 750 juta per bulan.Angka itu belum termasuk biaya penghematan Sumber Daya Manusia dan peralatan penunjang lain yang jumlahnya cukup besar. Dari sisi nasabah, sistem real-time Sistem Kliring Nasional akan memberikan kecepatan dan keakuratan settlement sehingga lebih memberikan kepastian penyelesaian transaksi dan meminimalkan risiko kegagalan setelmen.
(qom/)











































