Bakal Nggak Dipakai Lagi buat Bayar Tol, Uang Elektronik End Game?

ADVERTISEMENT

Bakal Nggak Dipakai Lagi buat Bayar Tol, Uang Elektronik End Game?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 16:22 WIB
Penggunaan kartu e-Toll terus disosialisasikan kepada pengguna tol. Salah satunya dilakukan di ruas Tol JORR Jati Asih, Kota Bekasi, Selasa (10/10).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah berencana menerapkan teknologi pembayaran tol dengan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF). Dengan sistem ini para pengguna tol tak perlu lagi berhenti di gerbang, lalu tap kartu untuk membayar tarif tol.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebelumnya menyampaikan teknologi ini akan diperkenalkan pada akhir tahun. Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menjelaskan MLFF merupakan penerapan teknologi transaksi non tunai tanpa sentuh yang diinisiasi Kementerian PUPR berdasarkan PermenPUPR No 18 tahun 2020 tentang Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh di Jalan Tol.

Tujuan meningkatkan efisiensi sistem transaksi dan pelayanan di jalan tol. Menurut Filianingsih Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran (SP) mendukung inisiatif tersebut dengan memastikan model bisnis pembayaran MLFF sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sejalan dengan prinsip sistem pembayaran antara lain non-eksklusif, interkoneksi, interoperabilitas, menjangkau seluruh user dan meleverage industri sistem pembayaran.

"Agar terjadi kompetisi yang sehat dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen dan mitigasi risiko," ujar Filianingsih kepada detikcom, Senin (23/5/2022).


Filianingsih menjelaskan saat ini progres MLFF masih dalam tahap inisiasi pengembangan yg dilakukan KemenPUPR bersama Badan Usaha Pelaksana (BUP) MLFF terpilih.

Kementerian PUPR dan BUP tengah merumuskan model bisnis MLFF, termasuk aspek pembayaran. Bank Indonesia secara berkelanjutan memfasilitasi dan membantu mengevaluasi model bisnis tersebut, terutama yang terkait Sistem Pembayaran.

Sebagai implikasi kebijakan tersebut, pembayaran jalan tol ke depan akan beralih dari uang elektronik berbasis chip menjadi instrumen pembayaran berbasis akun dan server yang dihubungkan antara uang elektronik berbasis server, kartu debit, dan/atau kartu kredit.

Sementara itu, uang elektronik berbasis chip tetap dapat digunakan di berbagai ekosistem transportasi di luar jalan tol seperti perparkiran dan moda transportasi darat dan laut, serta pembayaran ritel lainny.

"Sehingga kartu yang dimiliki pengguna jalan tol masih terus dapat dimanfaatkan," kata Filianingsih.

(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT