BNI Punya 7 Kantor Cabang di Luar Negeri, Pendapatannya Ratusan Triliun

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 14:43 WIB
Selama Lebaran, Kantor Cabang BNI di luar negeri beroperasi penuh. 
BNI adalah bank nasional yang memiliki kantor cabang di luar negeri paling banyak. Beberapa cabang diantaranya adalah BNI Singapura, BNI London, BNI New York, BNI Tokyo, BNI Hong Kong dan BNI Seoul.
Foto: dok. BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah memperluas bisnis mereka hingga ke internasional. Tercatat, saat ini BNI telah memiliki 7 kantor cabang luar negeri (KCLN) yang tersebar di pusat-pusat keuangan dunia.

Kantor cabang internasional BNI berada di Singapura, Hong Kong, Tokyo dan Osaka - Jepang, New York - Amerika Serikat, Seoul - Korea Selatan, London - Inggris.

Dalam catatan detikcom, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan pihaknya sudah sejak lama menjalankan bisnis di mancanegara. Adapun bisnis perbankan internasional BNI fokus pada trade finance, jasa remittance, international desk, dan financial institution.

Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan mengatakan sepanjang tahun 2021, bisnis internasional BNI tumbuh meski di tengah situasi pandemi COVID-19. Dia menyebut volume bisnis trade finance naik 45% dengan nominal mendekati US$ 40 miliar atau setara Rp 584 triliun (kurs Rp 14.600).

Henry juga menambahkan peningkatan volume tersebut mengatrol pendapatan fee dari bisnis trade hingga 20% yoy. Sementara itu, ia pun menyebutkan bahwa bisnis international banking yang lain, yaitu remitansi juga tetap tumbuh positif. Pihaknya mencatat kenaikan 1,3% yoy di bisnis remitansi dengan nominal US$ 58 miliar atau setara Rp 846 triliun.

Pihaknya juga telah membentuk syndication desk di Singapura. Menyusul syndication desk Singapura, tahun depan BNI dikabarkan akan membentuk syndication desk di Hong Kong. Menurut Henry, Hong Kong dipilih karena banyak nasabah besar BNI yang sudah menjadi pemain besar dan ekspansi ke negara tersebut.

"Strategi BNI kalau bisa support perusahaan yang jadi pemain global. Tidak menutup kemungkinan eksposur itu dilakukan di luar Singapura, seperti London," katanya.

Selain itu, Henry mengatakan perusahaan juga memperkuat international desk melalui pembentukan Korea dan China Desk. Dikatakannya, Japan Desk sudah terbentuk selama hampir 10 tahun, dan akan dioptimalkan dalam rangka mendukung cabang Tokyo sebagai salah satu appointed cross currency dealer (ACCD) bank dalam local currency settlement (LCS) antara Indonesia dan Jepang.

Pihaknya juga tengah mengkaji potensi pembukaan cabang luar negeri di beberapa negara lain, mulai dari Australia hingga Timur Tengah. Hal ini dalam rangka merespons tren perusahaan Indonesia yang mulai melebarkan sayap ke pasar global.

"Untuk go internasional, kami memang memiliki rencana yang ekspansif untuk tahun depan. BNI berencana mendirikan Representative Office Amsterdam guna menangkap potensi di Eropa pasca Brexit. Kami juga telah melihat potensi bisnis Indonesia-related di west coast dan tengah menjajaki pendirian kantor di Los Angeles. Ada juga beberapa kota atau negara lain di Asia, Australia dan Timur Tengah akan jadi sasaran berikutnya," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menambahkan dalam menentukan lokasi kantor cabang luar negeri, BNI menerapkan strategi capture the flow. Dengan kata lain, pihaknya akan menimbang volume transaksi perdagangan, transaksi investasi, hingga diaspora Indonesia.

"Lokasi yang ditentukan tentunya akan menyesuaikan dengan flow transaksi tersebut karena ini sejalan dengan visi misi BNI dan juga fokus BNI untuk go global," ungkap Novita.

(fdl/fdl)