Makin Banyak Orang yang Pinjam Duit ke BPR-BPRS, Ini Buktinya

ADVERTISEMENT

Makin Banyak Orang yang Pinjam Duit ke BPR-BPRS, Ini Buktinya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 16:05 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Sejak pandemi Covid-19 (2020) hingga masa endemi, kondisi perbankan di Indonesia tetap terjaga dengan baik. Ini dibuktikan pada triwulan-I tahun 2022 dimana penghimpunan dan penyaluran dana masih cukup tinggi, masing-masing 9,95% dan 6,67%.

Sementara permodalan boleh dibilang masih cukup kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 24,80% dengan likuiditas dan risio kredit yang tetap terjaga dengan baik. Hal itu tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 78,37% dan non performance loan (NPL) sebesar 2,99%.

Setali tiga uang dengan bank umum, BPR-BPRS juga mencatat kinerja yang baik. Pada triwulan I-2022, kinerja BPR-BPRS tetap terjaga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa industri BPR-BPRS di Indonesia memiliki prospek yang baik.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bahwa penghimpunan dan penyaluran dana BPR-BPRS cukup positif dengan DPK 11,40% (yoy) dan kredit atau pembiayaan sebesar 8,25% (yoy). Permodalan juga cukup kuat dengan CAR BPR mencapai 38,17% dan BPRS sebesar 24,09%.

"Likuiditasnya juga kita catat cukup baik dengan cash ratio sebesar 12,96% BPR dan 27,28% bagi BPRS. Risiko kredit tetap terjaga dengan baik dan tercermin dari NPL BPR sebesar 7,44% dan 7,05% bagi BPRS," kata Heru dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Heru menilai bahwa kinerja yang terjaga baik tersebut tidak terlepas dari jerih payah dan upaya dari para bankir dan insan BPR-BPRS yang penuh dedikasi dalam mengelola dan mengembangkan industri BPR dan BPRS di Tanah Air.

"Untuk itu pada Hari BPR-BPRS ini kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi pelaku industri BPR-BPRS atas seluruh dedikasi dan kerja kerasnya yang telah dilakukan untuk menjaga dan mengawali industri BPR-BPRS sehingga kita bisa melihat kinerjanya baik dan semakin membaik dari waktu ke waktu serta memberikan layanan yang dibutuhkan bagi masyarakat," kata Heru.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT