ADVERTISEMENT

Genjot Digitalisasi, BRI Salurkan Rp 1,5 T Sehari ke Usaha Mikro

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 12:57 WIB
Logo Bank BRI
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Percepatan konsolidasi data setelah membentuk Holding Ultra Mikro, Bank BRI memanfaatkan Application Programming Interfaces (APIs) terhadap aplikasi cross-selling SenyuM Mobile yang digunakan oleh 63 ribu tenaga pemasar holding ultra mikro (BRI, Pegadaian dan PNM).

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan aplikasi bersama ini diharapkan dapat mengintegrasikan bisnis yang berkelanjutan. Sehingga pelaku usaha segmen ultra mikro dapat terlayani dengan baik seiring dengan naik kelasnya bisnis mereka.

"Hari ini model bisnis segmen mikro sudah berubah dan semakin dinamis. Hal ini sebagai upaya dalam rangka memitigasi potensi risiko strategis sehingga mampu mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis di masa depan," ungkap Supari dalam keterangan tertulis, Senin (30/5/2022).

Supari menilai penggunaan teknologi dalam mendukung percepatan bisnis juga perlu disertai dengan restrukturisasi bisnis proses dan bisnis model. Sebab hal ini dapat menyempurnakan penerapan dari teknologi itu sendiri.

Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui percepatan proses layanan pinjaman kepada pelaku usaha mikro, BRI juga melakukan business process reengineering dengan aplikasi BRISPOT.

Hingga saat ini, transformasi digital tersebut telah mampu menyalurkan kredit mikro kepada lebih dari 39 ribu pelaku usaha mikro dengan rata-rata nilai kredit sebesar Rp 1,5 triliun per hari.

Pertumbuhan kredit BRI.Pertumbuhan kredit BRI. Foto: dok. BRI

Supari juga menjelaskan implementasi prinsip Environmental, Social dan Governance (ESG) terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan turut menjadi bagian penting rencana bisnis BRI. Tak hanya menggalakkan transformasi digital, pihaknya turut mendukung seluruh aspek, mulai dari lingkungan (environment), Sosial (Social), dan Tata kelola (Governance).

Untuk mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 90% pada 2024, BRI juga memberikan kontribusi melalui ekosistem mikro dan ultra mikro sebesar 70%.

Selain itu, transformasi di sisi pendalaman literasi pemberdayaan BRI dilakukan melalui LinkUMKM yang dapat diakses oleh seluruh pelaku usaha secara gratis. Hingga saat ini, ada lebih dari 1 juta pelaku usaha yang telah memanfaatkan fasilitas platform pemberdayaan online terpadu tersebut.

Dalam rangka memberikan economic value terhadap pelaku usaha, BRI juga membuat platform Pasar.id dan Pasar Rakyat Indonesia (PARI). Platform ini diciptakan guna memberi akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, serta memberi kemudahan transaksi dan berbagai solusi bagi pelaku ekosistem komoditas dalam layanan BRI terintegrasi secara holistic.

"Sebagai market leader di segmen mikro, BRI akan selalu di depan perubahan dengan melakukan inovasi untuk memastikan pertumbuhan yang sustain dan bermanfaat bagi masyarakat pelaku usaha mikro dan ultra mikro," pungkasnya.



Simak Video "UMKM Yogyakarta Sukses Jangkau Pasar Se-Indonesia Berkat Digitalisasi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT