BI Rate Ditahan Demi Rupiah

BI Rate Ditahan Demi Rupiah

- detikFinance
Selasa, 06 Jun 2006 14:15 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada level 12,5 persen. Semua itu dilakukan demi nilai tukar rupiah yang kini sedang 'batuk-batuk' lagi."RDG menyepakati untuk tidak menurunkan dulu BI rate sambil menunggu situasi karena saat ini yang paling penting adalah menjaga confidence pasar di tengah kenaikan fed fund rate dan nilai tukar kita yang masih bergejolak, mungkin ada baiknya kita berhenti sebentar," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono.Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6/2006).Sementara Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya mengatakan pada bulan Mei tekanan terhadap kestabilan makroekonomi meningkat.Menurut Budi, hal itu terutama dipicu oleh penyesuaian portofolio milik asing sebagai respons terhadap kemungkinan berlanjutnya kebijakan moneter ketat global, khususnya oleh the Fed. "Di Indonesia, perilaku asing tersebut tercermin pada terjadinya aliran modal keluar dalam jumlah yang cukup besar sehingga memberikan tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar Rupiah," tambah Budi dalam siaran persnya. Setelah menguat tajam pada awal tahun ini, maka nilai tukar rupiah malah terdepresiasi hingga 5,09 persen pada bulan Mei ini. Namun menurut Budi, berdasarkan hasil penilaian ternyata perkembangan tersebut belum memberikan tekanan yang besar terhadap inflasi. Peningkatan inflasi Mei 2006 terutama didorong oleh faktor musiman tercermin pada kenaikan inflasi kelompok volatile foods seiring berlalunya panen raya. Inflasi IHK tercatat sebesar 0,37% atau 15,60% secara year on year. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads