BI Rate Masih Mungkin Turun
Selasa, 06 Jun 2006 14:29 WIB
Jakarta - Peluang suku bunga BI rate untuk turun masih terbuka. Hal itu akan dilakukan jika risiko-risiko yang membayangi perekonomian Indonesia sudah berkurang."Ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut itu masih terbuka," tegas Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6/2006).Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya menambahkan, salah satu alasan menahan BI rate pada level 12,5 persen adalah karena melemahnya kembali nilai tukar rupiah.Sementara inflasi pada Mei memang meningkat menjadi sebesar 0,37 persen yang didorong oleh faktor musiman.Ke depan, lanjut Budi, jika tidak ada kejutan yang substansial maka inflasi IHK 2006 dan 2007 diperkirakan dapat berada pada kisaran sasarannya yakni masing-masing sebesar 8 plus minus 1 persen dan 6 plus minus 1 persen. "Namun demikian, terdapat sejumlah faktor risiko baik eksternal maupun internal yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar dan inflasi IHK baik di 2006 maupun 2007," jelas Budi. Dari sisi eksternal, jelas Budi, risiko terutama terkait tingginya harga minyak, ketidakpastian arah suku bunga Fed dan pengetatan kebijakan moneter global. Sementara dari sisi internal, risiko terutama berasal dari potensi tekanan inflasi yang bersumber dari administered prices terkait rencana pemerintah menaikkan HPP gabah dan tarif angkutan terutama kereta api kelas ekonomi.Dengan melihat perkembangan tersebut, BI memutuskan mempertahankan angka BI rate."Ke depan, jika hasil assessment menyeluruh terhadap prospek ekonomi menunjukkan bahwa risiko-risiko tersebut telah berkurang, maka penurunan suku bunga BI rate lebih lanjut dapat dilakukan," jelas Budi.
(qom/)











































