Pengusaha Kecewa Putusan BI Rate

Pengusaha Kecewa Putusan BI Rate

- detikFinance
Selasa, 06 Jun 2006 17:21 WIB
Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI rate dinilai cukup beralasan. Namun para pengusaha tetap menilai keputusan itu kian mencekik leher.Ekonom dari BNI Ryan Kiryanto menilai bahwa keputusan BI cukup beralasan. Meski inflasi sudah turun, namun ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan BI.Pertama, lonjakan harga minyak dunia yang mencapai US$ 73 per barel. Kedua, kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga lagi di atas 5 persen hingga tahun ini.Ketiga, Rupiah sedang berada pada posisi tertekan dan tidak menguntugkan. Keempat, Kecenderungan inflasi Juni 2006 yang mungkin naik karena musibah Yogya"Dengan tidak turunnya BI rate, tentu mengecewakan pelaku sektor riil," ujar Ryan kepada detikcom, Selasa (6/6/2006).Pernyataan tersebut diamini oleh Ketua Kadin MS Hidayat yang selanjutnya meminta agar BI rate diturunkan hingga sekitar 10 persen. Menurut Hidayat yang ditemui di kantor Pajak, Jakarta, dengan BI rate sebesar 12,5 persen, maka lending rate bisa mencapai 17-18 persen. Dunia usaha pun semakin kepayahan dengan suku bunga setinggi itu. Hidayat menambahkan, dengan BI rate 10 persen, maka lending rate hanya akan berkisar 14-15 persen. Ia juga menuding pemerintah lebih mementingkan stabilitas makro dibandingkan peningkatan ekonomi. Pasalnya, dengan kondisi perekonomian yang masih lesu, angka penjualan turun hingga 50-60 persen. Dampaknya, laba para pengusaha pun berkurang."Tingkat bunga sekarang ini mencekik. Ini keadaan yang paling buruk dibandingkan tahun lalu. Dan saya melihat pertumbuhan ekonomi kita akan dibawah proyeksi pemerintah," cetus Hidayat.Ryan menambahkan, bahwa jika perbankan semakin efisien, maka suku bunga bisa turun tanpa harus mengacu pada BI rate. "Mustinya semakin efisien bank, suku bunga makin rendah. Jadi suku bunga bank bukan tergantung posisi BI rate. Untuk itu, pelaku usaha harus efisienkan operasionalnya," jelasnya.Ia memperkirakan BI rate akan turun sekitar 25-50 basis poin pada bulan Juli jika inflasi turun lagi. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads