Kredit Kian Menumpuk ke Konsumsi
Senin, 12 Jun 2006 18:35 WIB
Jakarta - Investasi di Indonesia tampaknya kian sulit berkembang. Meski kredit terus mengucur untuk investasi, namun jumlahnya makin berkurang. Kredit kini malah kian menumpuk untuk konsumsi.Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, secara umum kondisi perbankan sebenarnya berada juga dalam kondisi yang baik yang terlihat dari keuntungan yang dibukukan.Namun untuk kredit, lanjut Burhanuddin, lebih banyak mengucur ke konsumsi dan modal kerja dan bukan ke investasi. "Selama lima bulan pertama 2006 kredit naik dengan Rp 10,7 triliun dan kecenderungan kredit konsumsi dan modal kerja lebih besar daripada kredit investasi dan bahkan di dalam beberapa saat terakhir ini, kredit investasi ada tanda-tanda menurun," jelas Burhanuddin di kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/6/2006).Penurunan kredit investasi ini, lanjut Burhanuddin ternyata sesuai dengan beberapa indikator seperti turunnya penjualan semen, truk dan kendaraan bermotor bahkan hingga 55 persen."Penurunan-penurunan itu berimplikasi pada penurunan penyaluran kredit perbankan bahkan ada beberapa petunjuk yang didalam industri-indistri tertentu tingkat NPL agak naik," tambahnya. Meski demikian, lanjut Burhanuddin, NPL perbankan masih dibawah 9% yakni sekitar 8,2%. "Itu suatu level yang cukup baik," tegasnya.
(qom/)











































